Sinar5news.com – Kita hidup di era serba nyaman dan instan, ketika barang-barang sekali pakai telah menjadi bagian dari keseharian kita. Tanpa kita sadari, tempat pembuangan sampah tak lagi dapat menampung, ada jutaan ton sampah terbengkalai meracuni tanah dan lautan. Kita telah mencapai titik di mana gerakan #ZeroWaste benar-benar diperlukan untuk menjaga masa depan ekosistem bumi.
Memulai hidup nol sampah memang bukan hal yang mudah. Berpikir untuk beralih ke gaya hidup tanpa limbah berarti merombak total kehidupan. Hal tersebut dapat menjadi tugas yang melelahkan. Akan tetapi, jika kita dapat melakukannya secara perlahan, selangkah demi selangkah, kita akan menemukan banyak keberuntungan di dalamnya.
Riset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyimpulkan bahwa, produksi sampah nasional di Indonesia mencapai 175.000 ton per hari. Rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari. Jika dikalkulasi dalam skala tahunan, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64juta ton!
Di Indonesia, Provinsi NTB satu-satunya daerah yang menjadikan zero waste sebagai program unggulan. Bagi saya, ini tergolong nekat. Bagaiman tidak, zero waste ini butuh biaya yang tidak sedikit, butuh effort yang besar. Bahkan, secara politik, program unggulan ini tidak menaikkan elektabilitas. Semuanya murni untuk menjaga bumi. Menjaga alam untuk diwariskan ke generasi mendatang.
Tidak sedikit yang pesimis dan sarkastik dengan program unggulan NTB tersebut. Bahkan, istilah nol sampah itu tidak mungkin dilakukan. Mana mungkin manusia hidup di zaman modern seperti ini tidak menghasilkan sampah? Tidak mudah untuk mengaplikasikan gaya hidup nol sampah di tengah infrastruktur dan masyarakat yang belum mendukung. Masih banyak kita temukan makanan dan minuman dengan plastik di pasar atau supermarket.
Perlu kita ketahui bahwa, gaya hidup zero waste bukan berarti mengkriminalkan barang-barang plastik, barang sekali pakai dan sejenisnya. Konsep zero waste lebih kepada pengendalian diri kita untuk tidak lagi konsumtif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kita menjadi lebih sadar terhadap apa yang kita beli dan konsumsi, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan.
Karena zero waste adalah gaya hidup, tentunya butuh proses untuk menjalaninya. Lakukan perlahan, tapi pasti dan konsisten. Hal yang bisa kita lakukan di awal adalah perbanyak literasi, update dengan informasi terkait kondisi lingkungan kita. Kesadaran terhadap dampak untuk lingkungan yang akan didapat dengan kita mengaplikasikan gaya hidup zero waste di kehidupan sehari-hari akan menjadi motivasi untuk menerapkan gaya hidup bebas sampah ini.
Mari kita mulai gerakan zero waste dari diri kita, keluarga hingga lingkungan sekitar.


