Sinar5news.com – Rapat pertemuan yang dead lock di kantor LPOI hari selasa kemarin yang merupakan rapat rutin telah menghasilkan beberapa agenda keummatan dan kebangsaan yang strategis khususnya untuk warga ormas keagamaan yang terbesar di republik ini. Yang selama ini tidak pernah diperhatikan keberadaannya oleh penguasa. hasil kesepakatan akan diputuskan mendengar lansung arahan ketua LPOI KH.Agil Shirod hari kamis, 21/11/19 disepakati semua ormas keagamaan yang tergabung dalam LPOI sebanyak 14 ormas mengadakan pertemuan lanjutan.
Tepat jam 14.00 rapat dimulai lansung dibuka oleh ketua LPOI KH.Agil Shirot dalam pengarahannya beliau mengapresiasi bangsa kita sudah dapat melaksanakan demokrasi yang baik diakui dunia. ” kita Harus bersyukur sebagai bangsa yang memiliki visi perjuangan konstitusi, memiliki struktur sosial kemasyarakatan. Kesamaan visi misi inilah yang membuat kita sebagai ormas mampu menjaga segala macam rintangan propaganda yang bermaksud menggoyang dan memecah belah kita.
Model struktur masayarakat seperti diatas inilah yang tidak dimiliki bangsa Arab sehingga mereka gagal membangun kebersamaan. Padahal kita mafhum semisal Libanon, Mesir, Syria dan Tunisia adalah bangsa hebat pintar terbukti mereka memiliki ahli nuklir, ahli antariksa, dan lain sebagainya. Tapi toh mereka gagal membangun kebersamaan dan menjaga stabilitas politik negara masing2. Menjadikan negara mereka sampai hari ini selalu dalam goncangan tidak stabil. Alhamdulillah bangsa kita Indonesia selalu damai aman terkendali akibat ormas keagamaannya LPOI yang setia mengawal merah putih harga mati.” Arahan beliau membuka persidangan.
Sementara Menyikapi kabinet saat ini dalam menjelaskan posisi ormas hampir tidak dianggap, seolah olah terkesan tidak mampu, hanya dipakai sebagai kendaraan memenangkan saja. istilah yang sering kita dengar adalah mendorong mobil mogok, setelah hidup mendorong ditinggal ngacir hanya dikasih semprotan asap.
Menyikapi demikian ketua LPOI tetap memberikan arahan yang sangat bijak bahwasanya,” ormas LPOI memenangkan lalu ditinggal sudah biasa yang terpenting tetap jaga kekompakan, merawat, merajut kebhinekaan dan menjaga NKRI.” Demikian KH.Agil shirot menimpali.
Sementara terkait polemik yang selama pertarungan pilpres telah membelah warga bangsa yang dirasakan juga oleh ormas keagamaan amat sangat mengganggu kerukunan yang sudah jauh dari nilai moralitas bangsa Pancasila. Semantara semua sudah berakhir dengan sudah meleburnya 01 dan 02 menjadi 03 persatuan Indonesia. Karenanya LPOI berencana menjemput Habib Rizieq kembali ke tanah air untuk bersama mewujudkan pendidikan dakwah menuju Indonesia maju yang berkeadilan. Berkenaan dengan moment maulid karena menjaga menghormati keturunan keluarga Nabi adalah keharusan yang harus kita jaga bersama. Sebagai kepatuhan total terhadap ajaran ahlussunnah waljamaah yang sudah menjadi tradisi di bumi Nusanatara.(smy)




