Sinar5news.com –Selong – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Provinsi NTB, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim), melakukan ekspose teknologi lahan kering Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Sandubaya. Ekpose berlangsung di Dusun Sandubaya Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Lotim, Rabu (20/11).
Acara ekspos teknologi lahan kering itu diawali dengan panen bibit jagung varietas Hibrida jenis Nasa 29, meninjau bibit ayam KUB hasil teknologi IP2TP Sandubaya oleh Kepala BPTP Balitbang NTB bersama Bupati Lombok Timur,dan Bupati menerima sumbangan bibit untuk petani.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr Awaludin Hipi, MSi, menjelaskan, beberapa inovasi teknologi lahan kering, sudah di ujicoba BPTP Balitbangtan NTB, melalui IP2TP Sandubaya. IP2TP tadinya merupakan kebun percobaan. Tapi setelah Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 93 tahun 2018, IPPTP mengemban tugas sebagai wadah identifikasi teknologi dan diseminasi hasil penelitian dan pengkajian melalui temu teknologi pertanian. Selain itu, sebagai wadah koleksi sumberdaya genetik local, tempat produksi benih jagung, kacang hijau, dan lainnya.
“Yang paling penting, IP2TP ini menjadi tempat agro wisata. Beberapa siswa SMK sampai dengan TK, datang melihat dan mengenal tanaman yang ada,”jelasnya.
Dikatakannya, sesuai arahan menteri pertanian, kedepan pertanian harus Maju, Mandiri dan Modern (3M). Kemudian, bagaimana agar pangan untuk rakyat Indonesia umumnya, NTB dan khususnya Lotim, harus terjamin. “Pemenuhan pangan ini, tidak menjadi tanggungjawab Menteri Pertanian saja, tetapi menjadi tanggungjawab bersama,”terangnya.
Tahun ini kata Awaludin, Kementan memiliki program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan), yang basisnya ada ditingkat kecamatan. Dalam Kostra Tani ini, terdapat masing-masing pengawas, seperti pengawas bibit tanaman, pengawas bibit ternak dan lainnya, melibatkan semua pihak terkait, termasuk Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Untuk tingkat Kabupaten Kota, induknya adalah Dinas Pertanian, Tingkat Wilayah induknya BPTP Balitbangtan NTB dan Dinas Pertanian, serta tigkat Nasional induknya adalah Kementerian Pertanian.
Awaluddin juga menambahkan mulai Desember kita satu data mengacu Rencana Depinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dan tidak ada lagi data lain. NTB menurut data BPS, memiliki kekurangan luas baku sawah mencapai 43 ribu hektare. Nantinya, semua bantuan akan mengacu pada luas baku sawah sesuai RDKK. Tidak bisa dipungkiri pula, bahwa setiap tahun ada terjadi alih fungsi lahan.
“Kita lihat sendiri di NTB, lahan kering lebih luas dibandingkan lahan sawah. Khusus Lombok Timur, terdapat 47 ribu hektare lebih lahan kering. Ini perlu sentuhan teknologi, agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi,”lugasnya seraya berharap dukungan semua pihak termasuk Bupati, agar semua tugas BP2TP terwujud.
Sementara itu, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, dalam sambutannya mengatakan, fakta menunjukkan bahwa, perubahan iklim telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia dan alam. Meningkatnya temperatur rata-rata permukaan bumi secara global dalam 50 (lima puluh) tahun terakhir, diklaim memberi dampak negatif terhadap sumber air dan pertanian. Lotim, disebutnya merupakan salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Ia menyebutkan, lahan kering dan yang sudah dimanfaatkan masih sedikit, baru sekitar 15 persen. Sebagian besar potensi lahan itu, sangat cocok untuk tanaman pangan seperti jagung, kacang hijau, bawang merah dan lainnya. Revitaliasi dan percepatan pengembangan lahan kering, merupakan pilihan yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Apalagi, sebagian besar masyarakat miskin di NTB, bermukim dipedesaan. Selain itu, sebagian besar sumber penghidupannya diperoleh dari aktivitas pertanian pada lahan kering.
“BPTP Balitbangtan NTB, kami tantang untuk ikut berpartisifasi dengan inovasi teknologi yang sudah ditemukan dan dirakit, untuk bisa dikembangkan diwilayah Lombok Timur, dan kami berharap. inovasi Balitbangtan menjadi salah satu pendongkrak peningkatan produktivitas dan kualitas produk pangan di Lombok Timur,”pungkasnya.(Bul)




