Amalan Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan Yang Sangat Bagus

Amalan Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan Yang Sangat Bagus

Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan do’a diantara kita (اللهم بارك لنا فى رجب والشعبان وبلغنا رمضان ), yaa Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami sampai bulan Ramadhan. Rajab telah terlewati, Sya’ban sedang kita hadapi, dan Ramadhan sebentar lagi akan datang. Harapannya adalah mudahan Allah memanjangkan umur kita, sehingga bisa bertemu dan melaksanakan puasa Ramadhan.

Mengingat bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang sangat besar, tidak bisa didapatkan kecuali oleh orang – orang yang benar – benar melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah, serta diisi dengan ibadah – ibadah yang berkualitas, maka sebelum datang Ramadhan dibutuhkan banyak persiapan. Logikanya, orang yang hendak menghadapi sebuah turnamen saja mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, jauh sebelum turnamen berlangsung. Tujuan semua itu adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai harapan.

Demikian juga halnya dengan puasa Ramadhan yang memiliki keistimewaan yang sangat besar, tentu lebih utama untuk mendapatkan perhatian dan persiapan yang matang, supaya lebih khusyu’ dalam menjalankan puasa Ramadhan, dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang ditargetkan.

Adapun diantara beberapa persiapan yang sangat bagus untuk dilakukan sebagai langkah persiapan menghadapi bulan Ramadhan adalah membiasakan diri dari sekarang untuk melakukan amalan – amalan pembiasaan yang baik. Diantara amalan tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama; melatih diri dengan melakukan puasa – puasa Sunnah.

Dengan membiasakan diri melakukan puasa Sunnah sebelum bertemu dengan bulan Ramadhan, mengkadha puasa (mengganti puasa yang terlewatkan ditahun lalu), dapat menanamkan sifat pembiasaan dalam berpuasa, sehingga ketika masuk bulan Ramadhan sudah terbiasa dalam berpuasa, dan puasa Ramadhan terasa tidak asing, karena sudah dibiasakan berpuasa sebelumnya.

Kedua; memperbanyak do’a.

Dengan membiasakan banyak berdo’a sebelum masuk bulan Ramadhan, akan menanamkan pembiasaan yang sangat positif terhadap perhatian kepada pentingnya do’a. Kebiasaan berdo’a yang sudah menjadi bagian dari kegiatan penting bagi seseorang, diharapkan bisa terbawa di bulan Ramadhan.

Do’a merupakan senjata bagi orang yang beriman, lebih lagi pada bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, do’a bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk mendapatkan kebaikan – kebaikan yang ada di bulan Ramadhan.

Adapun diantara dalil yang menunjukkan urgennya do’a di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut ;

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba – hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar)

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).

Ketiga; Memperbanyak membaca Al – Qur’an.

Membaca Al – Qur’an adalah perbuatan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Hal ini banyak sekali dicontohkan oleh Nabi, para sahabat, para tabi’in, dan tabi’ tabi’in, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan sampai berkali – kali. Misalnya salam bin Abu Muthi’ pernah mengatakan tentang semangat Qatadah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an,

كَانَ قَتَادَة يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي سَبْعٍ، وَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ خَتَمَ فِي كُلِّ ثَلاَثٍ، فَإِذَا جَاءَ العَشْرُ خَتَمَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkan setiap malamnya.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276)

Muhammad bin Idri Asy-Syafi’i yang kita kenal dengan Imam Syafi’i yang terkenal sebagai salah satu ulama madzhab sebagaimana disebutkan oleh muridnya Ar-Rabi’ bin Sulaiman murid Imam Syafi’i menyebutkan tentang bagaimana beliau membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

كَانَ الشَّافِعِيُّ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سِتِّيْنَ خَتْمَةً

“Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.” Ditambahkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa khataman tersebut dilakukan dalam shalat. (Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36)

Demikianlah beberapa dalil yang menunjukkan terhadap pentingnya do’a dalam kehidupan, lebih lagi pada bulan Ramadhannya.

Keempat; membiasakan shalat malam.

Membiasakan banyak melakukan shalat malam di luar bulan Ramadhan merupakan latihan yang sangat bagus untuk membiasakan shalat malam di bulan Ramadhan. Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditekankan banyak melakukan shalat, shalat tersebut masyhur disebut dengan shalat tarawih.

Harapan kita bersama, mudah – mudahan diberikan kekuatan untuk dapat membiasakan empat amalan yang sangat baik diatas.

Artikel ini diambil dari intisari khutbah Jum’at Masjid Hamzanwadi Ponpes NW Jakarta, Jum’at yang ke 34, disampaikan oleh Ust. Marolah, M.Ag tanggal 19/3/2021.

Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA