Sinar5news.com Berbicara mengenai shalawat banyak sekali macam dan ragamnya. Semua shalawat itu dibuat dengan tujuan menyatakan rasa cinta yang mendalam kepada kekasih Allah yaitu Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Disamping menyatakan rasa cinta, juga ditambah dengan doa-doa memohon segala sesuatu kepada Allah ta’ala.
Diantara shalawat yang lengkap dan sempurna yaitu Shalawat Nahdlatain yang dikarang oleh salah seorang ulama besar yang bergelar sulthanul auliya (rajanya para wali) yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, seorang ulama kharismatik dari NTB dan salah satu Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
Shalawat ini disusun pada tahun 1947 M/1366 H, ketika beliau mendapat tugas dari pemerintah sebagai amirul hajj dari NIT (Negara Indonesia Timur).
Ketika beliau berada di Raudhah (tempat yang paling mustajab dan berada disebelah makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), dengan ketajaman bashirah (mata batin) yang bersih, beliau menyusun sebuah shalawat yang spektakuler. Dikatakan spektakuler, karena kandungan isinya yang padat, lengkap, berisi, berkualitas dan mengandung banyak rahasia. Hal ini diakui oleh guru besar beliau yaitu Maulana Syaikh Hasan Muhammad Al Maysyath. Sang maha guru sangat senang, bangga dan bersyukur melihat shalawat Nahdlatain yang dikarang oleh muridnya.
Bila kita mengkaji makna-makna dan keistimewaan shalat Nahdlatain dapat kita pahami kurang lebih sebagai berikut:
Pertama, Shalawat ini didahului oleh kalimat Allahumma (اللهم). Ini menunjukkan tingkat adab yang sangat tinggi. Allahumma maknanya duhai Allah, ini adalah kalimat memanggil dengan penuh kesopanan kepada dzat pencipta langit dan bumi.
Kedua, inna nasaluka (انا نسالك). Artinya sesungguhnya kami memohon kepada-Mu. Kami memohon adalah berbentuk banyak, bisa jadi kami sekeluarga, kami dalam satu komunitas, kami dalam satu majlis, bahkan bisa jadi kami semua orang beriman baik dari bangsa jin maupun bangsa manusia dimanapun berada, benar-benar memohon hanya kepada-Mu ya Allah.
Ketiga, bika (بك). Bika mengandung makna tawassul (tanpa perantara) langsung dikaitkan dengan segala sifat baik yang sempurna hanya milik Allah.
Keempat, an tushalliya watusallima ‘alaa sayyidina Muhammadin wa “alaa saairil ambiyaai walmursaliin (ان تصلي وتسلم على سيدنا محمد وعلى ساءر الانبياء والمرسلين). Supaya Engkau menyampaikan shalawat (cinta dan kasih sayang) kepada pemimpin kami Nabi Muhammd yang telah berjasa mengajarkan segala sesuatu baik dalam bidang iman, ibadah, hukum dan akhlak. Juga kepada seluruh para Nabi dan Rasul dari Nabi Adam sampai Nabi Isa.
Kelima wa ‘ala aalihim washahbihim ajmaim ( وعلى اله وصحبهم اجمعين). Dan shalwat (cinta dan kasih sayang) kepada seluruh keluarga dan sahabat yang telah setia berjuang menegakkan syariat agama Islam.
Keenam, wa antuammira nahdhatal wathani wanahdhatal banaati bifuru’ihimaa ilaa yaumiddiin (وان تعمر نهضة الوطن ونهضة البنات بفروعهما الى يوم الدين). Ya Allah makmurkan dan sejahterakan organisasi Nahdlatul Wathan (seluruh jamaah kaum pria) dan juga organisasi Nahdlatul Banat (seluruh jamaah kaum wanita) yang berjuang membela agama dan negara, beserta seluruh cabangnya yang ada Indonesia dan diseluruh dunia sampai datangnya hari kiamat.
Ketujuh, wa an tanshurana (وان تنصرنا). Ya Allah tolong kami menghadapi segala urusan yang sulit, masalah yang berat, ujian yang hebat dan tantangan yang dahsyat.
Kedelapan, wataftaha ‘alaina (وتفتح علينا). Ya Allah bukakanlah kepada kami pintu rahmat, pintu kemenangan, pintu kecerdasan, pintu taufiq dan hidayah
Kesembilan, watarzuqana (وترزقنا). Ya Allah karuniakanlah kepada kami rizqi yang halal, mudah didapat, luas dan penuh berkah.
Kesepulah, watahfazhona (وتحفظنا). Ya Allah lindungilah kami dari segala kejahatan hawa nafsu kami, tipu daya setan dan dari segala kejahatan makhluk durjana dari bangsa jin dan manusia baik waktu siang maupun waktu malam.
Kesebelas, watagfirolana (وتغفرلنا). Ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa yang disengaja maupun dosa yang tidak disengaja, baik dosa lampau maupun dosa yang akan datang.
Kedua belas, walijam’il muslimin (ولجميع المسلمين). Dan kepada seluruh kaum muslimin dimana saja berada,
berikan juga kepada mereka kemenangan, keterbukaan, rizqi, perlindungan dan ampunan.
Ketiga belas, ya Allah ya Hayyu ya Qayyum (يا الله يا حي يا قيوم ). Wahai Allah, Engkaulah Tuhan sebenarnya yang kami sembah dan tempat kami bergantung. Wahai Allah Yang Maha hidup, yang selalu memberi kekuatan, ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan. Ya Allah Yang Maha Berdiri Sendiri tidak membutuhkan siapapun, yang selalu memberi rasa percaya diri, optimis dan tangguh menghadapi keadaan seberat apapun.
Keempat belas, Laa Ilaaha Illaa Anta ( لا اله الا انت). Tidak ada Tuhan selain Engkau yang mengatur segala sesuatu, memberi rizqi, memberi rasa bahagia, memberi rasa aman, memberi perlindungan dan memberi hidup yang terindah di surga nanti.
Demikian sedikit yang bisa kita gali dari makna shalawat Nahdhatain, semoga menjadi tambahan ilmu agar kita makin istiqomah mengamalkannya. Aamiin
Jakarta, 13 Rabiul Awwal 1441 H/11 2019 M
Penulis : Marolah Abu Akrom





