Oleh: Ridlo Ilahi
Aktivis HIMMAH NW Komisariat UIN Mataram
Seruan boikot produk Prancis kini terjadi. Ini terkait kecaman sejumlah negara muslim ke Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membiarkan dan tak akan menarik karikatur Nabi Muhammad sehingga berbuntut pada pembunuhan seorang guru sejarah dan geografi di pinggiran Paris.
Di Kuwait, beberapa jaringan supermarket mulai mengeluarkan semua produk Prancis dari rak sebagai bentuk aksi protes. Di Qatar, Alwajba Dairy Company dan Almeera Consumer Goods Company mengatakan mereka akan memboikot produk Perancis dan akan memberikan alternatif lain.
Republik Indonesia menjadi salah satu negara yang mengecam kartun nabi. Namun pemerintah sampai saat ini tidak mengambil sikap serupa dengan banyak negara Islam yang mengkampanyekan boikot produk Prancis.
Tak hanya di dunia nyata, dunia maya pun begitu, jejaring media sosial heboh dengan tagar #BoycottFrenchProducts yang berarti boikot produk Perancis, dan bahasa Arab #ExceptGodsMessenger menjadi tren di berbagai negara termasuk Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.
Lalu apa saja produk prancis di RI.? Apakah negara kita berani boikot seluruh produk mereka.? Mari kita ulas bersama..!
Sebenarnya jika dilihat lebih dalam di Comtrade Societa General, Produk Prancis yang paling banyak diimpor Indonesia adalah pesawat terbang dan komponennya yang mencapai lebih dari 45% dari total impor.
Seperti diketahui bersama, Prancis memiliki perusahaan manufaktur pesawat terbang bernama Airbus yang bermarkas di Toulouse.
Berbagai maskapai penerbangan komersial domestik seperti Lion Air, Garuda Indonesia hingga Citilink banyak menggunakan pesawat terbang buatan Prancis tersebut yang sempat digunakan sebagai alat gertak ketika sawit RI terkena kampanye hitam dan dinilai merusak lingkungan oleh Uni Eropa.
Selain pesawat terbang, RI juga mengimpor berbagai produk lain yang rata-rata merupakan produk medis, bahan baku industri terutama untuk mesin dan peralatan listrik. Tak hanya itu produk-produk konsumen seperti minuman beralkohol, air dadih hingga kosmetik dan perawatan diri juga didatangkan RI dari Prancis.
Sebagai informasi berbagai produk kecantikan dan perawatan diri seperti L’Oreal hingga barang-barang fashion mewah buatan merek Louis Vitton juga dipasarkan di Indonesia. BPS mencatat sepanjang Januari-Juli 2020 nilai total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tepatnya pada Sabtu, 31 Oktober 2020 kemarin Jokowi mengatakan Indonesia mengecam soal pernyataan Emmanuel Macron.
“Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19,” ujar Jokowi dalam siaran pers nya.
Pernyataan Presiden Jokowi tentu berbeda dengan pernyatan presiden lainnya. Contoh saja Erdogan. Ia secara tegas meminta warganya untuk memboikot produk prancis. Bahkan, orang nomor satu di Turki itu juga mendesak pemimpin dunia untuk melindungi muslim jika di Prancis melakukan penindasan terhadap mereka.
Wah wah wah.. Kereen bukan.?
Bagaimana dengan Presiden Indonesia Ir. H. Joko Widodo, apa berani.? Para pembaca pasti tau jawabannya.
Editor: Amaq Himmawan




