Oleh : Suci Khoirunisa
Mahasiswa PAI (Semester 4) IAI AL-AQIDAH AL-HASYIMIYYAH
1. Tawadhu
Tawadhu artinya rendah hati atau tidak sombong. Jadi, tawadhu adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun datangnya, baik dalam keadaan suka maupun tidak suka. Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنً۬ا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمً۬ا
Artinya :
” Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. ( Q.S. Al Furqan ayat 63) “
Tawadhu, Adalah sikap yang harus dimiliki setiap muslim karna merupakan salah satu sifat/akhlak terpuji sebgaimana yang dicontohkan oleh NabiAllah Muhammad SAW.
2. Qanaah
Menurut Bahasa Qanaah artinya merasa puas, rela Sedangkan menurut istilah Qanah artinya Sikap merasa cukup apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Sikap Qanaah ini juga patut dimiliki oleh setiap muslim, manusia pada dasarnya selalu menginginkan lebih, sehingga banyak dari meraka yng tamak dan selalu ingin lebih, maka dari itu alangkah baiknya seorang muslim selalu bersyukur dan merasa puas terhadap apa yang dimilikinya.
3. Sabar
Sabar artinya mampu menahan diri dari segala sesuatu yang tidak menyenangkan / disukai dengan mengharap ridha Allah SWT .
Firman Allah SWT :
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Q.S. Al Baqarah ayat 153 )”
Baginda Muhammad SAW banyak mencontohkan kepada umatnya untuk senantiasa bersifat sabar terhadap segala ujian yg menimpa, Rosulullah juga senantiasa memberitahukan akan manisnya berlaku sabar, sehingga didalam Al-Qur’an banyak menjelaskan tentang sabar karna saking dahsyatnya berpaku sabar.
4. Taat
Taat artinya patuh, tunduk terhadap perintah Alah SWT. Yang diwujudkan dalam bentuk menjalankan perintah-Nya menjauhi larangan-Nya. Selaian kepada Allah SWT, manusia juga diharuskan taa kepada para rasul dan Ulil Amri ( Para Pemimpin ). Firman Allah dalam surah An Nisa : 59 yaitu :
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِى ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَـٰزَعۡتُمۡ فِى شَىۡءٍ۬ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِۚ ذَٲلِكَ خَيۡرٌ۬ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلاً
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”
Kita tidak hanya d anjurkan taat kepada Allah semata tetapi umat muslim juga di wajibkan taat kepada Rosil Allah yaitu Muhammad SAW.




