Hari Kesaktian Pancasila dan Pengorbanan Para Kesatria Bangsa

Hari Kesaktian Pancasila dan Pengorbanan Para Kesatria Bangsa

 

Oleh : Rizka Febriana

Jakarta – Peringatan hari Kesaktian Pancasila, hari ini tanggal 1 Oktober  di peringati oleh seluruh anak bangsa mulai dari kaum pelajar, Karyawan, para eksekutif dan penyelenggara negara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan sejarah bangsa yang sangat kelam dan memilukan. Demana sebelumnya tanggal 30 September ratusan putra dan putri terbaik bangsa ini di bantai secara sadis oleh saudaranya sendiri yang kita dengan Gerakan G-30 S.PKI. Pilu dan memilukan serta mengerikan.

Hari ini kita kembali mengenang dan merenung salah satu draf sejarah dari perjalanan bangsa ini. Akankah air mata dan darah masih dibutuhkan untuk tegaknya persatuan dan persaudaraan kita? Seluruh jawabannya ada di setiap anak bangsa ini.

Atas nama rakyat, segelintir pikiran kotor mampu memobilisir bumi Pertiwi untuk mengusik ketenangan dan kedamaian. Atas nama kebebasan, keadilan, kesamaan hukum segelintir pikiran kotor telah mampu merekonstruksi pesan intoleran sesama anak bangsa. Saatnya kita kembali mencoba menjernihkan seluruh pikiran dan gagasan demi tegaknya NKRI yang telah di bangun di atas derasnya air mata dan bersimbahnya darah para putra dan putri terbaik bangsa ini.

Beberapa rentetan peristiwa dan fakta menarik mengenai Hari Kesaktian Pancasila patut untuk kita jadikan referensi dalam menata dan mengelola seluruh dinamika anak bangsa.

Sejarah Singkat Lahir dan Rumusan Pancasila 

Sejak tanggal 1 Maret 1945, pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia sudah mengajukan pertanyaan penting tentang dasar Negara Indonesia. Hal tersebut memicu upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar negara resmi. 

Dimulai pada pidato tentang ‘lima dasar’ oleh Muhammad Yamin hingga pidato pada tanggal 1 Juni 1945 yang berisi tentang ‘Lahirnya Pancasila yang dilakukan oleh Sukarno. Pada 22 Juni 1945 Pancasila kemudian disusun sehingga menjadi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Penghapusan 7 kata Piagam Jakarta 

Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta, Piagam Jakarta disahkan sebagai Pembukaan UUD 1945. Para pendiri bangsa kala itu menghapus 7 kata sila pertama dalam piagam Jakarta yakni: ‘… dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. Ketujuh kata itu mengikuti kata ‘Ketuhanan’.

Gerakan 30 September (G30S) PKI

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 faktanya erat berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965(G30S). Tragedi ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara komunis. 

Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi korban dalam Gerakan 30 September. Mereka adalah: 

1. Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani
2.Mayor Jendral Raden Soeprapto
3. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
4.Mayor Jendral Siswondo Parman
5. Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
6. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
7. Lettu Pierre Andreas Tendean

Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila 

Pengibaran Bendera

Sebelum upacara resmi berlangsung, pada tanggal 30 September 2019 bendera berkibar setengah tiang. Hal tersebut dilakukan untuk mengenang gugurnya tujuh Pahlawan Revolusi.Sedangkan, tanggal 1 Oktober 2019 pukul 06.00 maka bendera berkibar satu tiang penuh. 

Makna 1 Oktober 

Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari perkabungan nasional karena adanya tragedi penculikan dan pembunuhan tersebut. Tak hanya itu pasca tragedi itu, terjadi pembersihan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI mulai dari angota organisasi hingga simpatisan. 

Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500 ribu hingga 1 juta anggota atau pendukung PKI diduga menjadi korban pembunuhan. 

Semoga seluruh rentetan sejarah kelam bangsa ini tidak terulang kembali. Cukuplah tragedi mengerikan itu menjadi kenangan sejarah dan mari kita teruskan menatap dalam langkah NKRI yang utuh.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA