Prof H Agustiti: MELAWAN PADEMI COVID 19 DENGAN KHALWAT DAN UZLAH

Prof H Agustiti: MELAWAN PADEMI COVID 19 DENGAN KHALWAT DAN UZLAH

“Hingga saat ini para ahli di seluruh dunia masih bekerja keras untuk betul-betul bisa memahami tentang virus ini. Sehingga kemudian bisa ditemukan obat yang terpilih dan vaksin yang bisa digunakan untuk memunculkan kekebalan,”

Berbagai upaya yang telah di lakukan belum ada hasilnya atau belum mendapatkan hasil yang terbaik yang bisa disepakati untuk dipakai seluruh dunia, maka satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah menjaga jangan sampai terinfeksi, menjaga jangan sampai tertular penyakit ini,.

Upaya ini bisa dilakukan kalau seluruh masyarakat memahami berbagai informasi terkait virus ini, mulai dari bagaimana cara penularan penyakit ini, siapa yang bisa ditularkan, dan yang lain-lain.

Situasi yang tengah dihadapi dunia saat ini masih belum normal. Untuk itu, kita juga tidak boleh berpikir dan berperilaku seperti keadaan sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

“Bahkan seluruh dunia pun sudah mengakui ini, bahwa kita semuanya di seluruh dunia ini tidak akan bisa kembali pada kondisi normal seperti zaman dulu lagi sebelum ada Pandemi covid19,”.

Semua kita tak boleh bosan menghimbau masyarakat untuk terus melakukan jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Kita harus hidup normal dengan cara yang baru. Kita tidak boleh mundur setapak pun untuk tidak produktif. Sekali lagi kita harus tetap produktif tapi aman dari Covid-19,”

Antisipasi dan penanganan tentu harus mengikuti prosedur penanganan dan antisipasi sesuai dengan kaidah hukum alam (sunnatullah). Hukum alam berjalan tanpa pandang bulu agama dan keyakinan. Jika ada pertanyaan soal Covid-19 maka perlu ditanyakan kepada ahli medis, pakar farmasi ataupun formulator herbal. Jangan bertanya kepada agamawan ataupun ahli di luar bidang kedokteran dan farmasi, sebagaimana firman Allah:

فاسألوا اهل الذكر ان كنتم لا تعلمون

Artinya: “bertanyalah kepada ahli ilmu, ketika kamun tidak tahu”. Ahl al-dzikr diartikan sebagai orang yang hidupmya senantiasa berkomitmen dalam bidang keilmuan tertentu ( pakar.)

Para ahl dzikr itu adalah pakar kedokteran dan biologi. Mereka adalah orang alim di bidangnya. Dengan demikian maka di tengah terjangan badai Corona, nasehat dan doktrin-doktrin medis harus diterima.

Nilai-nilai Qur’an dalam memberikan kontribusi positif dalam menghadapi kasus Corona menawarkan metode Illahiah sebagai langkah alternatif dalam menghadapi terjangan badai Covid-19, merupakan orang yang  akal, dan pikirannya memancarkan firman oleh yang mengandung energi positif, dan Rosulullahipun ketika menghadapi wabah atas dasar pemikiran FIRMAN sehingga memberikan sulusi medis, dan disamping memberikan amalan positif. Bahkan Nabi memerintahkan umat untuk tidak memasuki daerah wabah.

Apabila kita dengan cerdas mengikuti Nabi, maka tidak membuat “teori” teknis melawan corona dengan cara medis amalan-amalan positif yang sejalan dengan doktrin medis. Sehingga masyarakat awam akan mengikuti petunjuk “medis dan spiritual” lalu percaya diri dan hidup hidup berdasar tatanan atau protokol kesehatan. Maka, kembalikan pada petunjuk medis pengamalan firman. Para agamawan boleh membuat fatwa moral untuk menguatkan jiwa umat, agar membuat fatwa teknis “alternatif” terkait penanggulangannya.

Misalnya dengan melakukan Uzlah dan khalwat dan dimaknai menjauhkan diri dari hal hal yang dekat dengan tempat-tempat wabah COVID 19.

Khalwat yang dilakukan dalam dalam waktu yang panjang merupakan uzlah. Khalwat maupun uzlah dilakukan dengan cara mengisolasi diri dari hiruk pikuk dinamika kehidupan duniawi. Jadi khalwat adalah meninggalkan kesibukan duniawi, dan melakukan dzikir dan tafakkur agar memiliki kesadaran yang dalam akan hadirannya energi Illahiah. Secara fisik, kondisi khalwat adalah sepi, akan tetapi secara batin ramai dengan produktifitas Illahiah. Khalwat iibaratolah batin, merayakan kejayaan cinta kita pada Allahi.

Khalwat sama dengan menyendiri atau menyepi untuk sementara waktu, untuk memisahkan diri dari keramaian untuk pendekatan diri kepada Allah Swt.
Khalwat dimaksudkan untuk melindungi diri dari pengaruh negatif baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar.

Sikap yang demikian inilah yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat. IIniadalah langkah yang lebih baik dan lebih tepat dalam berjihad menghadapi pandemic Covid-19 . Dalam konteks ini, bisa ditegaskan bahwa  uzlah dan khalwat adalah cara efektif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Seperti yang sering sarankan oleh para pakar medis. Uzlah dan khalwat dalam konteksi ini dimaknai isolasi, social distance maupun lockdown.

Menghidarkan diri dari keramaian sosial merupakan konsep khalwat uzlah.

Dalam bidang pendidikan sholat dan uzlah dilakukan dengan menyelenggarakan proses belajar mengajar jarak jauh dan online, atau ketentuan pegawai bekerja di rumah. Pelaksanaan ibadah dan sementara tidak berjamaah di tempat-tempat ibadah, Tetapi cukup berjamaah di rumah .
Larangan berkumpul dalam jumlah yang banyak adalah bentuk implementasi dari khalwat nyata, untuk memangkas jalur-jalur saraf dan nadi penyebaran COVID 19.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA