Prof H Agustitin:”Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali Mencatatkan Penurunan Pada Perdagangan Awal Pekan Ini.”

Prof H Agustitin:”Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali Mencatatkan Penurunan Pada Perdagangan Awal Pekan Ini.”

Indeks turun 2% atau setara 116 poin ke level 5.115. Dengan demikian, IHSG telah mengakumulasi penurunan 6% lebih setelah pada perdagangan akhir pekan ini indeks sudah lebih dulu anjlok 4% ke level 5.231.

Menurut analis Semesta Indovest, Aditya Perdana Putra, jika masih tetekan, indeks bisa turun lagi ke level 5.043.
Ini menjadi support sekaligus fundamental IHSG saat ini. Sejatinya, tidak ada masalah dengan kondisi dan prospek perekonomian dalam negeri.

“Masalah justru datang dari fundamental luar negeri,”
Ada sentimen kenaikan suku bunga The Fed akhir tahun nanti. Lalu, yang masih hangat adalah, Trump effect. Selama kapampanye, kebijakan ekonomi yang cenderung membuat Amerika Serikat (AS) menarik diri dari lingkungan perdagangan global. Contoh, keinginanya untuk keluar dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) dan Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (Trans Pacific Partnership Agreemen/TPPA). Ia juga berencana menaikkan tarif impor produk asal Tiongkok sebesar 40%, dan produk asal Meksiko sebesar 30%. Akhirnya, akan muncul perang ekspor yang berpotensi mengganggu kondisi ekonomi global. Sentimen negatif ini dimanfaatkan pemodal asing untuk menarik dananya dari bursa lokal. IHSG  memang telah mencatat imbal hasil tertinggi ketimbang indeks bursa lainnya. “Dana-dana tersebut kembali ke AS,”.. Catatan juga, net sell awal pekan ini mencapai Rp 2,6 triliun di pasar reguler. Disisi lain, price earning (PE) IHSG sudah berada pada level 14,2 kali, masuk ke area overbought. Level ini menjadi indikasi jika sudah saatnya bagi indeks untuk turun.
Nico Omer, Vice President for Research Valbury Asia Securities mengungkapkan hal, Ketidakpastian global yang membuat IHSG tertekan.

Saat yang bersamaan, sentimen positif dari dalam negeri juga masih minim. Apalagi, rupiah melemah seiring dengan terus menguatnya dollar AS sejak akhir pekan lalu. Meski Bank Indonesia memastikan akan terus memantau pergerakan rupiah, tapi tetap saja hal ini akan mempengaruhi pergerakan IHSG. “IHSG diperkirakan masih terbawa pengaruh sentimen dari pasar global untuk itu indeks saham Indonesia akan bergerak mixed di pekan ini,”.

Salah satu bentuk kerjasama negara maju dan berkembang adalah pasar bebas yang dipandang sebagai konsekuensi dari globalisasi ekonomi dan tidak dapat dihindari oleh negara manapun termasuk Indonesia. RG Squad mau tahu dampak pasar bebas terhadap Indonesia? Yuk simak penjelasannya.

A. Pengertian Pasar Bebas
Adam Smith, seorang filsuf dan pelopor ilmu ekonomi modern memberikan pandangannya mengenai pasar bebas yaitu suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi, dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Contoh pasar bebas adalah NAFTA (North America Free Trade Area), CAFTA (Central America Free Trade Area), dan AFTA (ASEAN Free Trade Area), dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

B. Ciri-Ciri Pasar Bebas
Alat, barang modal, dan sumber produksi bebas dimiliki dan digunakan oleh perseorangan, masyarakat, atau perusahaan.
Perdagangan barang tanpa pajak (termasuk tarif) atau pembatasan perdagangan yang lain (seperti peraturan, hukum, kuota impor, atau subsidi yang memberatkan pengusaha).
Pergerakan bebas modal dan tenaga kerja ke luar maupun ke dalam wilayah suatu negara.
Akses bebas ke pasar; pedagang dapat langsung menjual produknya ke konsumen.
Segala aktivitas ekonomi bertujuan untuk memperoleh laba (profit oriented).
Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta) dan tidak ada intervensi dari pemerintah (pemerintah hanya berperan sebagai pengawas).

C. Fungsi Pasar Bebas
 Tenaga Kerja di Pabrik (Sumber: cnnindonesia.com)
Produk barang, jasa, dan tenaga kerja lebih leluasa keluar masuk melewati batas negara.
Kemudahan akses dan informasi yang lebih cepat mengenai kebutuhan pasar.
Meningkatkan pembangunan ekonomi suatu negara.
Daya saing antar pengusaha meningkat, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas barang, jasa, dan tenaga kerja.
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas karena setiap aktivitas ekonomi didasarkan untuk memperoleh laba (profit oriented).

D. Dampak Pasar Bebas terhadap Indonesia
Dampak Positif Kualitas dan kuantitas produk dalam negri
terhambatan perdagangan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada.
Peningkatan ekspor sehingga meninkatkan pendapatan nasional Indonesia.
Meningkatkan peluang investor yang menanamkan modal dan membangun basis produksi di Indonesia. Menambah devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor. Melalui impor, kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.
Peningakatan lapangan kerja.
Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menghidupkan sektor pariwisata sehingga menambah jumlah wisatawan ke Indonesia.

Dampak Negatif:
Ada kecenderungan bahwa Produk dalam negeri memiliki kecenderungan kalah bersaing dengan masuknya barangn barang luar negeri yang lebih murah dan berkualitas.
Bertambahnya kemungkinan eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan.
Munculnya ketergantungan terhadap negara maju.
Bila tidak mampu bersaing, akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan jumlah pengangguran.
Munculnya sifat konsumerisme.
RG Squad, kemunculan pasar bebas bisa berdampak positif atau negatif bagi Indonesia. Tinggal kalian menentukan bagaimana keberadaan pasar bebas ini dapat memberi keuntungan positif bagi kalian di masa mendatang. Masih ada strategi pembangunan Indonesia untuk menjadi negara maju loh pada artikel selanjutnya.

E. Apa Maksud Dari Sentimen Pasar
Sentimen pasar forex dan gangguan fundamental sering kali mengakibatkan harga fluktuatif.
Di pasar forex, fluktuasi harga seringkali membolak-balikkan market dengan arah yang tidak menentu. Hal tersebut tidak lain karena ada sentimen pasar dan pengaruh fundamental ekonomi. Maksud dari Sentimen Pasar Sentimen Pasar adalah sikap kesepakatan bersama (konsensus) dari para pelaku pasar, untuk mengantisipasi pergerakan harga dalam suatu kondisi tertentu. Sikap ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor fundamental dan teknikal, termasuk di dalamnya pola pembentukan harga serta rilis data ekonomi ataupun berita global yang dianggap penting. Aneka faktor tersebut secara bersama membentuk suatu persepsi komunitas pasar investasi.

Trader harus mempunyai opini tersendiri tentang pasar, seperti:
“Wah, sentimen pasar sedang bullish, nih. Lumayan kalau profit,”  “Harga emas melambung akibat sentimen Korea Utara melawan AS,”

Ketika trading, trader mengungkapkan pendapatnya setelah mengamati trading yang dia lakukan. Tetapi terkadang, pasar juga bergerak ke arah tertentu yang di luar perkiraan trader, sehingga tak peduli seberapa bagusnya trend yang telah tercipta, akhirnya trader tetap saja mengalami rugi (loss). 

Trader harus menyadari bahwa keseluruhan pasar merupakan kombinasi semua pandangan, ide, dan pendapat dari semua trader di pasar (yang tentunya berbeda-beda). Kombinasi pandangan para pelaku pasar inilah yang disebut dengan sentimen pasar. Beberapa jargon populer terkait sentimen pasar. Yang paling umum adalah istilahsentimen bullish 
dan bearish. Naiknya harga mengindikasikan bahwa sentimen pasar sedang bullish, sedangkan penurunan harga merupakan indikasi bearish. Berikut uraian selengkapnya:

Sentimen Bullish: Pelaku pasar optimis mengenai suatu aset, sehingga ramai melakukan pembelian dan mendorong harga aset tersebut meningkat.
Sentimen Bearish: Pelaku pasar pesimis mengenai suatu aset, sehingga ramai menjual aset tersebut dan mendorong harga set tersebut jatuh.
Sentimen Penghindaran Risiko (High Risk Aversion, Low Risk Appetite): Terjadi peningkatan risiko di pasar, sehingga investor dan trader ramai-ramai mengamankan dananya di aset-aset berisiko rendah dan safe haven, seperti Emas, Obligasi Pemerintah AS, Yen Jepang, dan Swiss Franc.
Minat Risiko Tinggi (High Risk Appetite, Low Risk Aversion): Ketidakpastian dan risiko di pasar cenderung menurun, sehingga investor dan trader berani untuk menanamkan dananya di aset-aset berisiko lebih tinggi, seperti saham, mata uang negara berkembang, minyak, dan lain sebagainya.
 
Memahami Sentimen Pasar
Sebagai seorang trader, sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui sentimen pasar. Anda tidak bisa mengatakan ke pasar apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa bereaksi untuk menanggapi apa yang terjadi di pasar. Sentimen pasar merupakan suatu penggerak yang begitu kuat sehingga dapat mempengaruhi arah dan pergerakan pasar. 

Hal yang seringkali tampil di berbagai media memperlihatkan bahwa memang sentimen pasar sangat dominan dalam mempengaruhi dinamika pergerakan pasar. Sentimen yang biasanya negatif akan melemahkan pasar, sebaliknya sentimen positif akan memperkuat pergerakan harga di pasar. Umpamanya, jika ada faktor dominan di pasar yang kemudian membentuk sentimen bearish, maka pelaku pasar harus segera mengantisipasi turunnya harga, yang mendorong mereka untuk secepatnya melakukan aksi yang sesuai. Aksi tersebut bisa berupa profit taking, hedging, atau open sell di sejumlah aset. Di sisi lain, tindakan cepat para investor, dengan sendirinya justru mempercepat pergerakan harga. Downtrend dari harga bisa

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA