Bila berbicara tentang iman, maka akan selalu berkaitan dengan hati, karena sumber iman itu ada di hati yang biasa disebut dengan istilah “qolbu atau fuad”.
Iman yang baik akan terpancar kepada anggota badan. Maka wajarlah kalau kita melihat banyak orang baik yang imannya tinggi. Sebaliknya, banyak juga terlihat pada kehidupan dunia orang yang berakhlak buruk karena dipengaruhi oleh kacaunya imannya.
Jadi, pembahasan tentang iman tidak bisa terhenti hanya sampai hati saja, karena antara perilaku anggota badan dan iman tidak bisa dipisahkan, mengingat keduanya saling pengaruh dan mempengaruhi.
Dalam sebuah hadis yang terdapat pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 25 disebutkan tentang bagaimana Rasulullah menyebutkan bahwa amal perbuatan anggota badan manusia adalah bagian dari iman.
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus dan Musa bin Isma’il keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang Islam, manakah yang paling utama? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Lalu ditanya lagi: “Lalu apa?” Beliau menjawab: “Al Jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah). Lalu ditanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Jawab Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam: “haji mabrur”.
Muhammad Fathi



