Warga Semaya Gruduk Kantor Desa, Tuntut Kades Mundur.

0
557
banner post atas

Sinar5news.com – Lotim – Puluhan masyarakat Desa Semaya Kecamatan Sikur,Kabupten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Desa Semaya menuntut Kepala Desa Semaya Masriadi mundur dari jabatannya. Rabu(04/03/2020).

Koordinator aksi Ibrahim dalam orasinya menilai Kepala Desa semaya tidak transparan dalam pengelolaan dana Desa yang nilainya milyaran, dan mereka meminta RAB Desa Semaya disampaikan kepada masyarakat secra terbuka, karena selama ini dirinya tidak merasakan hasil yang nyata dalam pembangunan didesa semaya.

Iklan

“Saya minta agar jajaran pemerintahan desa transparan dalam melakukan kegiatan fisik yang bersumber dari dana desa. Karena itu, Rancangan Anggaran dan Belanja(RAB) desa harus dipublikasikan kepada masyarakat dengan demikian,warga mengetahui dan melihat apa saja yang telah dikerjakan pemerintah desa,” Ungkapnya.

Sementara itu Amaq Maenah salah seorang warga yang pernah menjabat sebagai RT selama 20 tahun didesa semaya mengaku belum merasakan pembangunan yang merata, selama kepemimpinan dari Kepala Desa yang sekarang.

“Saya minta agar kepala desa berhenti karena masak kita kalah dengan Desa Darmasari yang sebagai desa yang baru mekar, ini semua disebabkan oleh kebohongan yang terjadi selama ini,” Ujar Amaq Maenah.

Sementara itu Kepala Desa Semaya yang dikonfirmasi Wartawan mengatakan apapun yang menjadi aspirasi masyarakat selalu didengar dan ditampung. Tetapi terkait permintaan warga masyarakat yang meminta RAB Desa, pihaknya tidak dapat memberikan.

Ia juga tidak mengerti kenapa mereka meminta RAB sejak tahun lalu sementara mereka bukan auditor. Lalu dengan tidak diberikannya RAB tersebut kami dikatakan tidak transparan dalam mengelola dana Desa. Menurut Masriadi, transparan itu tidak harus menelanjangi dirinya, dan menurut pengetahuan saya RAB itu tidak harus dibagi-bagi ke masyarakat.

Masriadi juga menambahkan penggunaan dana Desa tetap dibuatkan plang anggaran, berupa spanduk dan papan informasi dimasing-masing titik program fisik ini adalah sebagai bentuk transparansi yang kami lakukan dalam pengelolaan dana Desa.

“Disitu kan jelas sumbernya dari mana dan volume serta biayanya berapa. Apakah tidak cukup sebagai bentuk transparansi kita, dan dalam pekerjaan fisik kami selalu melibatkan masyarakat terutama dalam proram swakelola dan padat karya,” Pungkasnya.(Bul)