Sinar5news.Com – Lombok Timur – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Siti Rohmi Djalilah dan Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, melaunching Posyandu Keluarga di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. yang dihadiri pula oleh Jajaran OPD Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur. Acara Launching ditandai penyerahan secara simbolis paket peralatan kesehatan Covid 19 kepada Kepala Desa Mendana Raya. Selasa(13/10/2020).

Bupati Sukiman Azmy, menyebutkan saat ini di Lombok Timur terdapat 1776 Posyandu konvensional yang tersebar pada 254 desa di 21 Kecamatan dan Posyandu Keluarga baru mencapai 250 unit. Melihat prospek Posyandu Keluarga yang sangat bagus untuk menaikkan status IPM Kabupaten Lombok Timur yang saat ini berada pada peringkat ke-9 di NTB.
“Posyandu Keluarga ini,sangat penting guna menampung masyarakat dan memberikan layanan yang representatif, dan Posyandu Keluarga ini sangat bagus sebagai wadah menaikkan status IPM Lombok Timur. Untuk itu kami minta kepada Pemprov.NTB dapat memberikan perhatian kepada kondisi Kabupaten Lombok Timur,”Harapa Bupati.

Menjawab Bupati, Wakil Gubernur Wagub menyatakan siap membantu dari semua aspek sesuai kemampuan daerah. Wagub mengakui saat ini masih banyak permasalahan masyarakat yang belum tertangani dengan baik sehingga masih menjadi PR (tugas-red) pemerintah daerah untuk segera mengatasinya.
Menurut Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub NTB, edukasi yang kurang secara kualitas maupun intensitas kepada masyarakat menjadi salah satu penyebab masih banyak masyarakat kurang memahami berbagai aspek yang memicu masalah sosial.
Ia mencontohkan banyaknya buruh migran yang mau menempuh cara illegal berangkat kerja keluar negeri sehingga rawan menjadi korban penipuan, masih tingginya pernikahan usia dini remaja, tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, banyak kaum ibu yang kurang faham manfaat ASI untuk tumbuh kembang bayinya, giziburuk, stunting, penyakit menular, dan sederetan masalah social lainnya. Menurutnya, permasalahan social itu harus ditangani mulai dari hulu. Karena itu Ia berharap agar Posyandu Keluarga nantinya ada di setiap dusun.
Namun diingatkannya agar dalam mengelola Posyandu pemerintah desa dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada, yang penting dapat difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Pemprov. NTB menyadari, bahwa dengan jumlah penduduk yang demikian besar, Lombok Timur memiliki beban yang luarbiasa, sehingga Pemprov berupaya mengarahkan program kedaerah sesuai dengan bebannya.
Menurutnya, semua kebutuhan dasar untuk pengelolaan program itu sebenarnya sudah ada di desa, tinggal bagaimana pemerintah desa mengedukasi pemahaman masyarakat tentang esensi Posyandu Keluarga kemudian mengembangkan fungsinya.
Ia mengapresiasi Kepala Desa Mendana Raya yang memiliki semangat tinggi membangun desa dan dikatakannya memahami esensi permasalahan di desanya sehingga tidak hanya memfokuskan perhatian pada pembangunan yang bersifat fisik saja. Diharapkannya pada tahun 2021 keberadaan Posyandu Keluarga sudah merata di semua daerah.(Bul)




