Ust. H. Darmawan, salah seorang Penyebar Awal Dakwah NW Jakarta Tutup Usia.

0
288
banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Hari ini, Jumat 15 Mei 2020/22 Ramadhan 1441 H, merupakan hari duka cita bagi keluarga besar NW DKI Jakarta atas wafatnya Ust. H. Darmawan, salah seorang pejuang dan penyebar awal dakwah NW di DKI Jakarta. Beliau berasal dari kampung Pancor Manis, Lombok Timur, NTB.

Almarhum meninggal dunia dengan tenang di kediamannya yang beralamatkan di Kp. Pisangan, Rt. 006/03, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Almarhum tutup usia setelah satu tahun lebih mengidap penyakit stroke, sehingga tidak bisa beraktifitas dan keluar rumah sebagaimana biasanya.

Saat hayatnya, almarhum ini memang tergolong super aktif dalam melakukan aktifitas kemasyarakatan dan termasuk dalam dakwah mengenalkan NW sebagai organisasi dan ikut serta dengan Drs. TGH. M. Suhaidi dalam merintis kelahiran Ponpes NW Jakarta.

Iklan

Oleh sebab itu, kami dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan DKI Jakarta sangat mengenang partisipasi perjuangannya dan kami pun telah mencatatnya pula sebagai salah seorang pejuang awal terlahirnya NW sebagai organisasi di ibu kota Jakarta.

Alm. Ust H Darmawan Saat membantu Persiapan acara Haul di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta

Dalam sejarah kedatangannya di Jakarta pada akhir tahun 1979, maka almarhum ini merupakan salah satu dari 23 jumlah rombongan santri dari PT Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits (MDQH) NW Pancor, Lombok Timur, NTB yang diberangkatkan langsung dari bandara Selaparang, Lombok, NTB dengan maskapai Garuda pada akhir tahun 1979 untuk maksud melanjutkan studi atau menuntut ilmu ke Tanah Suci Makkah al-Mukarramah. Namun demikian, taqdir Allah Swt berbeda. Rombongan santri NW ini, rupanya ditipu oleh oknum Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkannya. Dimana, maskapai Garuda Indonesia yang ditumpanginya dari Bandara Selaparang Lombok itu, ternyata bukanlah mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Saudi Arabia Makkah, tapi mendarat di bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali. Lalu dari Bali sejumlah rombongan santri diajak naik bis malam menuju kota Jakarta dan selanjutnya pada suatu malam diturunkan di terminal bis Antar Kota, Antar Provinsi di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dari sini, rombongan kemudian diantar lagi menuju tempat penampungannya di daerah Pondok Kopi dan Kp. Pisangan di jln. Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Rupanya taqdir Allah Swt atas tidak sampainya niat suci untuk menuntut ilmu ke Tanah Suci dari sejumlah rombangan santri MDQH NW Pancor yang kemudian terdampar di Tanah Betawi ini, boleh dikatakan sebagai bentuk skenario Allah Swt untuk melahirkan NW di daerah ini. Dan yang NW dikenalkan sejak terdamparnya, kini sinarnya terus memancar dan berkembang ke berbagai pelosok di ibukota Jakarta dan daerah penyanganya, terutama di wilayah Bekasi, Bogor dan Tangerang Banten.

Detailnya kilasan sejarah terdamparnya alm Ust. H. Darmawan bersama Drs.TGH. M. Suhadi, Ust. Drs. Muhasan, Ust. Chairul Hadi (alm) dan Koordinator Perjalanan Ust. H. Badaruddin (alm) serta rombongan lainnya karena ditipu oleh oknum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tersebut, sudah terekam baik dalam Majalah SinarLima, edisi pertama, pada Januari 1995 dengan bertemakan, “Niat ke Tanah Suci, Terdampar di Tanah Betawi” dan sudah kami muat dalam buku yang berjudul, “Sejarah dan Perkembangan Ponpes NW Jakarta” (Dalam proses peberbitan).

Akhirnya, kami dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Jakarta, tak lupa menyampaikan rasa duka cita yang tak terhingga atas wafatnya almarhum Ust. H. Darmawan- Pejuang NW Jakarta. Dan tak lupa pula iringan do’a, semoga Almarhum Ust. H. Darwawan Husnul Khotimah dan diterima segala amal baiknya serta senantiasa dalam Ampunan Allah Swt. Aamiin. Selamat Jalan Pejuang NW DKI Jakarta yang kami cintai…(H. Muslihan Habib & Team SinarLima).