UNSUR POKOK DALAM DIRI MANUSIA

banner post atas

Dalam diri manusia ada lima unsur pokok yang wajib kita ketahui yaitu jasad, akal, hati, jiwa dan ruh. Kelima unsur pokok ini punya peran masing-masing dan hendaknya sejalan menyatu dalam satu kesatuan yang utuh.

Jasad adalah tubuh kasar bersifat lahiriyah, membutuhkan hal-hal yang bersifat materi, seperti makan, minum, istirahat, kendaraan, tempat tinggal dan lain-lain. Jadi jasad ini benar-benar diberikan haknya, sehingga tidak mengalami sakit yang parah dan lemah yang bertambah-tambah.

Akal adalah perangkat tercanggih yang Allah berikan kepada semua manusia. Hendaknya difungsikan untuk memikirkan hal-hal yang bersifaf positif, sehingga melahirkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Orang yang benar-benar menggunakan akal sehatnya, maka akan menjadi manusia yang berilmu tinggi, menguasai segala tehnologi dan selalu menemukan hal-hal yang baru dalam hidup.

Iklan

Hati adalah perangkat batin yang selalu bersuara membisikkan segala sesuatu. Ketika hati itu bersih, maka suara yang terdengar adalah suara kebenaran yang dipantulkan dari rasa iman yang mendalam. Itulah yang disebut hati nurani, hati yang tidak pernah bohong karena berasal dari nur cahaya Ilahi.

Jiwa adalah perangkat halus yang memiliki perasaan sangat sensitif, bisa sedih, senang, tertekan, gelisah dan lain-lain. Tergantung kondisi iman di hati, bila iman kuat maka jiwa itu akan tegar, tangguh, tidak gampang menyerah dan selalu optimis. Dan bila iman di hati lemah, maka jiwa itu rapuh yang menyebabkan hilangnya semangat, mengalami goncangan, tidak bersabar, dihantui perasaan tidak menentu, pesimis dan lain sebagainya.

Ruh adalah perangkat manusia yang paling halus tidak terdeteksi oleh alat apapun. Ruh itu kekuatan terpendam dari Allah ‘Azza Wajalla, yang berfungsi menggerakkan seluruh tubuh, sehingga tubuh itu dapat bekerja secara sempurna. Suatu saat ruh ini akan diambil oleh Allah sebagai pemilik tunggal di alam semesta ini. Maka selesailah hidup kita dimuka bumi. Semoga ruh itu tetap suci kembali kepada Dzat Yang Maha Suci dalam keadaan husnul khatimah.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: IDUL FITRI DAN KARUNIA ALLAH SERTA MAKNANYA

Ketika ruh itu suci, maka jiwanya hidup, ketika jiwanya hidup maka hatinya penuh iman, ketika hatinya penuh iman maka akalnya cerdas dan ketika akalnya cerdas maka jasadnya akan sehat dan kuat.

Semoga uraian hikmah hari ini, dapat menambah pemahaman kita tentang unsur-unsur pokok dalam diri kita sehingga dapat difungsikan sesuai hak dan kodratnya. Aamiin.

Jakarta, 21 Rabiul Awal 1441 H/19 November 2019 M

Penulis : Marolah Abu Akrom