Unit Tipikor Polres Lotim, OTT Kadus Paok Pondong Lauk, Terkait Pemotongan BST Kemensos RI

Foto : AKP. Daniel P.Simangunsong,S.I.K ( Kasat Reskrim Polres Lombok Timur - NTB )
banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Kadus Paok Pondong Lauk,Desa Lenek Tengah, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) di OTT(Operasi Tangkap Tangan) oleh Unit Tipikor, Sat Reskrim Polres Lombok Timur. Rabu(10/06/2020).

Kapolres Lombok Timur AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H melalui Kasat Reskrim AKP.Daniel P.Simangunsong,S.I.K yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa anggotanya telah melakukan tangkap tangan terhadap Kadus Paok Pondong dengan inisial HN(39) pada hari sabtu 10 Juni 2020 pukul 13.00 wita dirumahnya.

OTT tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat terkait tindak pidana pungli atau pemotongan Bantuan Sosial Tunai(BST) dari Kementerian Social yang nilainya Rp.600.000. Setiap Keluarga Penerima Mamfaat(KPM) yang jumlahnya 12 KK pelaku HN memotong Rp.100.000,- dengan alasan hasil potongan itu dibagikan kepada keluarga yang tidak dapat bantuan.

Iklan

“Kita melakukan OTT sesuai dengan laporan dari masyarakat,lalu kita tindak lanjuti. Di data pelaku ada 18 KK yang akan dipotong, tetapi yang sudah dipotong baru 12 KK penerima mamfaat BST. Penangkapan kita lakukan pada saat ada salah seorang KPM yang sedang memberikan uang Rp.100 ribu,” Ungkap Kasat Reskrim Daniel P.Simangunsong.

Kasat Reskrim juga menambahkan, barang bukti pada OTT tersebut uang 100 ribu yang diamankan pada saat penyerahan, kemudian kita juga menemukan uang Rp.1.050.000 disaku baju pelaku yang juga merupakan hasil pemotongan dari BST tersebut. Dan pelaku juga mengancam kepada KPM BST akan dicoret dari daftar penerima BST kalau tidak mau dipotong uangnya.

“Menurut keterangan para saksi pemotongan BST ini dilakukan oleh pelaku sejak pembayaran BST tahap pertama, jadi pemotongan untuk kali ini adalah pemotongan yang kedua dari pelaku dengan alasan hasil pemotongan akan diberikan kepada keluarga lain yang tidak dapat,” Tutur Daniel Simangunsong.

BACA JUGA  Doa Hari Ini Sabtu 11 Jumadil Awwal 1442

Kasat berharap kepada penyelenggara Negara atau perangkat Desa yang lain, agar diberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat agar jangan melakukan pemungutan karena hal tersebut sangat di larang. Kalau memang ada warga yang belum dapat mungkin bisa diajukan ke pemerintah daerah, buka dengan cara memungut dari keluarga yang dapat.

Akibat perbuatannya Kadus Paok Pondong Lauk diancam dengan dengan pasal 12e atau mungkin di juntokan dengan 421 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun dan paling singkat 4 tahun. Pelaku saat ini ditahan di Polres Lombok Timur untuk kepentingan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut.(Bul)