Tujuh Pertashop Akan Dibangun Di Lombok Timur

Foto : Muksin,S.Km,MM ( Kepala Kantor DPMPTSP Kabupaten Lombok Timur )
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu(PMPTSP) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Muksin,S.Km,MM mengatakan Pemerintah Pusat saat ini meluncurkan program yang namanya Pertashop (Toko Pertamina), dimana untuk seluruh Indonesia, ada 418 Pertashop.

“Pertashop ini adalah program dari Pemerintah Pusat yang jumlahnya sebanyak 418 diseluruh Indonesia, dan Alhamdulillah untuk kita di Lombok Timur, mendapat jatah 7 Pertashop,” Ungkap Muksi Kepada Wartawan dikantornya. Kamis(11/06/2020).

Dalam rapat dengan Sekda dan dari pihak pertamina, sudah dibahas jumlah anggaran yang dibutuhkan oleh satu Pertashop ini maksimal Rp.800 juta, dan diharapkan nantinya BUMDes yang akan menjadi pelaksana dan pengelola Pertashop itu.Karena Pertashop ini akan berada di Desa yang jauh dari SPBU.

Iklan

“Inilah yang saat ini,sedang dikondisikan oleh pihak Desa,bagaimana dia memerankan BUMDes untuk terlibat langsung dalam pembiayaan terset. Dan aapabila BUMDes tidak mampu untuk mengadakan anggaran sebesar itu, maka bisa dia bekerjasama dengan pihak ketiga,” Terang Muksin.

Tujuan dari program pertashop itu, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pembeli bahan bakar minyak yang tempat tinggalnya jauh dari SBPU,sehingga penempatan Pertashop ini, berada di Desa-Desa yang berada jauh dari kota atau ditempatkan di Desa Pinggiran.

Ia juga menambahkan kehadiran Pertashop di 7 Desa di kabupaten Lombok Timur, akan sangat membantu BUMDes dalam pengembangan usahanya, karena diyakini usaha pertamina atau Pertashop tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi BUMDes dan jugabagi masyarakat yang ada didesa tersebut. Karena harga BBM di Pertashop tersebut sesuai standar harga Pertamina.

Untuk itu Kepala Kantor DPMPTSP berharap kepada Kepala Desa yang sudah ditunjuk untuk membangun Pertashop tersebut untuk segera melakukan perencanaan dan persiapan karena pihak Pertamina memberikan waktu hingga 3 bulan kedepan.(Bul).

BACA JUGA  Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila