TGKH M Suhaidi S.Q : Sejarah Itu Sangat Penting Untuk Dipertahankan.

banner post atas

Sinar5news.com   Dalam sambutannya di Pra Perkanas Hamzanwadi-II (9/11/19), H.M.Suhaidi selaku Pimpinan Pesantren NW Jakarta memaparkan tentang pentingnya mempertahankan sejarah. Dan Pra Perkanas ini adalah bagian dari sejarah yang harus diperhatikan, dipertahankan dan dilestarikan.

H.M.Suhaidi menyinggung sedikit tentang Perkanas tahun ini mestinya dilaksanakan di kota bogor, tepatnya di Pesantren Nurul Haramain. Tapai karena ada beberapa faktor yang membuat perkanas ini harus ditunda pelaksanaannya tahun depan di Bogor.

Iklan

Lebih jauh beliau menegaskan, kalaupun tahun depan tidak ada yang sanggup melaksanakan perkanas, maka Jakarta akan mengambil alih kembali. Dan pelaksanaannya akan diselenggarakan di NW Muara Gembong Bekasi.

Hal ini karena sejarah itu sangat penting untuk dipertahankan. TGKH. Zainuddin Abdul Majid menjadi Pahlawan Nasional, karena sejarah kiprahnya terhadap perjuangan Nusa dan Bangsa. Sedangkan para guru telah menoreh sejarah perkanas tahun 2018 di Bekasi. Sejarah ini harus terus dipertahankan. Terang beliau dalam sambutannya.

Pembukaan Pra PERKANAS HAMZANWADI II ditandai dengan pelepasan Sepasang burung merpati

Beliu mengemukakan Statement Bung Hatta” Ide yang besar sedikit sekali yang memilikinya.” Perkanas adalah termasuk ide besar yang harus diistiqomahkan untuk terus dilaksanakan. Lambat laun Insyaallah orang-orang akan berbondong-bondong mengikutinya.

Lebih lanjut beliau menerangkan jangan lihat sekarang, liatlah masa depan. Sejarah jangan sampai terlupakan, tetap laksanakan sekemampuan kita, jangan sampai terlewati.

Dalam sambutannya juaga, beliu menjelaskan tentang kepahlawanan Syaikh Zainuddin yang harus kita syukuri dan teladani. Mudah-mudahan kita dapat meneladani kiprah perjuangannya dan mendapatkan keberkahan ilmunya.

Terakhir beliau menjelaskan tentang betapa besar keinginan dan perhatian Maulana Syaikh terhadap NW Jakarta. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya beliau menitipkan uang pembelian tanah NW Jakarta melalui muridnya H.M.Suhaidi.

“Beliau Sultonul Aulia pernah ditanya oleh pengurus NW Pulau lombok, kenapa selalu memberi uang banyak ke NW Jakarta?. Berkali-kali diutarakan jawabannya dipengajian, bahwa saya memberikan uang ke NW Jakarta untuk membayar tanah pesantren, dan membayar sejarah. karena terlalu lama saya menginginkan NW berkibar di ibu kota Jakarta. Terangnya diakhir sambutan Pra Perkanas Hamzanwadi-II Jakarta. (fathi)

BACA JUGA  Sekjend PBNW Pesankan ”NW Fil Khair NW Fastabiqul Khairat”