Teguran keras dari Rasulullah supaya Imam meringankan bacaan shalatnya || edisi 16 Dzulqa’dah 1444 H

Teguran keras dari Rasulullah supaya Imam meringankan bacaan shalatnya || edisi 16 Dzulqa’dah 1444 H

Imam shalat sama maknanya dengan pemimpin shalat. Artinya, setiap orang yang sedang menjadi imam shalat berarti sedang memimpin banyak orang yang memiliki latar belakang fisik dan latar belakang permasalahan yang berbeda – beda. Ada yang fisiknya lemah dan kuat, serta ada juga yang keperluannya bermacam-macam dan mendesak.

Dari bervariasinya latar belakang jamaah yang dipimpin dalam shalat, maka seorang imam sebaiknya mengambil jalan terbaik supaya jamaah tetap senang dalam beribadah.

Adapun jalan terbaik yang harus dilakukan oleh setiap imam shalat adalah cara yang sudah diajarkan dan diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu memperingan bacaan shalat, tidak terlalu panjang dalam bacaan shalat saat menjadi Imam. Kecuali kalau makmumnya tertentu dan sudah diketahui keadaan dan kondisi mereka, maka tidak apa dalam memanjangkan bacaan.

Belum ditemukan riwayat tentang bagaimana Rasulullah menegur bacaan shalat imam yang diringankan, akan tetapi bagi imam yang memanjangkan bacaan, Rasulullah pernah memberikannya sebuah teguran keras.

Adapun teguran tersebut dapat kita temukan keterangannya pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 88. Berikut teks haditsnya : 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَا أَكَادُ أُدْرِكُ الصَّلَاةَ مِمَّا يُطَوِّلُ بِنَا فُلَانٌ فَمَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَوْعِظَةٍ أَشَدَّ غَضَبًا مِنْ يَوْمِئِذٍ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ مُنَفِّرُونَ فَمَنْ صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمْ الْمَرِيضَ وَالضَّعِيفَ وَذَا الْحَاجَةِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Khalid dari Qais bin Abu Hazim dari Abu Al Mas’ud Al Anshari berkata, seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, aku hampir tidak sanggup shalat yang dipimpin seseorang dengan bacaannya yang panjang.” Maka aku belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi peringatan dengan lebih marah dari yang disampaikannya hari itu seraya bersabda: “Wahai manusia, kalian membuat orang lari menjauh. Maka barangsiapa shalat mengimami orang-orang ringankanlah. Karena diantara mereka ada orang sakit, orang lemah dan orang yang punya keperluan”.

Muhammad Fathi 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA