Persiapan adalah hal yang harus dilakukan sebelum masuk kedalam kegiatan inti, tujuannya agar dalam menghadapi kegiatan tersebut tidak sok dan tidak terkejut. Sehingga bisa dilaksanak dengan baik dan kancar, serta menghasilkan hasil yang bagus dan memuaskan.
Orang yang sudah melakukan persiapan, ketika masuk dalam kegiatan inti akan merasa biasa dan merasakan kegiatan tersebut bukan seperti kegiatan baru, tapi terasa seakan itu adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.
Persis seperti seorang atlit yang jauh sebelum tanding sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi turnamen. Bahkan beberapa bulan sebelum tanding sudah mempersiapkan diri, sehingga setelah tiba saatnya dia sudah siap dan bisa mengikuti turnamen dengan baik tampa ada kendala.
Begitu juga dengan bulan ramadan, kalau sudah tahu diri kita adalah salah satu dari peserta yang sudah dinyatakan wajib mengikuti dan melakukannya maka kita harus mempersiapkan diri dari sekarang supaya setelah tiba waktunya untuk berpuasa ramadhan kita sudah siap. Sebaliknya kalau belum yakin akan bisa mengikuti ramadhan karena sakit yang diderita atau lain sebagainya dari udzur ramadhan, maka hendaklah dari sekarang mohon kepada Allah supaya diberikan kesehatan untuk bisa melaksakan puasa, dengan penuh harap terhadap pertolongannya.
Adapun diantara persiapan yang perlu dilakukan sebelum menghadapi puasa ramadhan adalah sebagai berikut;
Pertama, Mohon kepada Allah supaya disampaikan umurnya sampai bulan ramadhan, kemudian mohon kepada Allah supaya diberikan keberkahan dalam bulan Sya’ban. Adapun do’a yang biasa di panjatkan adalah
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dari Anas bin Malik).
Yang kedua, mengasah iman dari sekarang dengan berusaha melatih diri dalam meningkatkan amal shaleh. Seperti berupaya mengubah kebiasaan yang tidak manfaat menjadi bermanfaat, yang sudah bermanfaat menjadi lebih manfaat, melatih diri untuk shalat berjamaah bagi yang tidak terbiasa melakukan shalat secara berjamaah, serta berbagai kebaikan lainnya yang bisa meningkatkan iman.
Ketiga, mengqadaha’ (mengganti puasa) yang tertinggal ditahun yang lalu supaya hutangnya tidak tertumpuk. Karena hutang kepada Allah utama untuk ditunaikan.
: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ ، أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قَالَ : فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى
Artinya; telah datang seseorang kepadaku Nabi SAW dan bertanya; ya Rasulullah sesungguhnya ibuku meninggal dengan meninggalkan puasa satu bulan, apakah boleh saya mengqadhakkannya ? Nabi Bersabda ya, karena hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar.
Keempat, jaga kesehatan dari sekarang supaya ketika masuk bulan ramadan badan sehat dan puasa lancar. Karena walau bagaimanapun badan memiliki peran yang sangat penting dalam ibadah puasa. Badan yang sehat akan mendatangkan kekuatan dan tenaga yang maksimal dalam menjaga lapar dan dahaga tidak makan pada siang harinya.
Inilah empat langkah penting yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi puasa ramadhan. Mudahan umur kita dipanjangkan untuk bisa melaksanakan ramdhan tahun ini. Fath.




