SMAN 1 Terara, Buka Peluang Pada Siswa Putus Sekolah Tamatan SMP/MTs Untuk Melanjutkan Studi Ke SMA Terbuka.

SMAN 1 Terara, Buka Peluang Pada Siswa Putus Sekolah Tamatan SMP/MTs Untuk Melanjutkan Studi Ke SMA Terbuka.

Sinar5news.com – Lombok Timur – Untuk menjawab banyaknya anak didik tamatan Sekolah Lanjutan pertama SMP dan MT.s yang putus sekolalah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka program SMA Terbuka dimasing-masing SMAN se NTB sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi NTB untuk mengentaskan anak putus sekolah dengan tidak mengenakan biaya sedikitpun atau gratis.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Terara H.Samsul Mujtahid,S.Pd  mengatakan pihaknya pada tahun pelajaran 2022/2023 ini, membuka kesempatan kepada anak didik tamatan SMP,MTs baik negeri maupun swasta untuk mendaftarkan diri sebagai siswa pada SMA Terbuka Terara, terutama anak-anak yang putus sekolah disebabkan karena berbagai macam alasan.

“Program SMA Terbuka ini adalah Gagasan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dikbud Provinsi, untuk menjawab masih adanya anak-anak didik tamatan SMP dan MTs yang putus sekolah, dan pada SMA terbuka ini tidak dipungut biaya sedikitpun atau gratis, dengan syarat batasan usia 21 tahun per 1 Juli 2022, menyerahkan Foto Copy STTB SMP atau MTs, Foto Copy Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Pas Foto 4 lembar,” ungkap Samsul Mujtahid.

Untuk diketahui program SMA terbuka ini memiliki Ijazah dan Dapodik yang sama dengan siswa yang sekolah regular dengan pelajaran yang sama, hanya saja para siswa akan belajar di TKB (Tempat Kegiatan Beljar) ditengah-tengah masyarakat.

“Bagi siswa SMA terbuka ini akan belajar secara berkelompok di TKB, yang telah ditentukan dan guru akan datang untuk mengajar pada TKB tersebut dan mungkin nanti satu kali seminggu baru mereka datang kesekolah kita ini, dan sampai saat ini kita di SMA Terbuka Terara sudah masuk datanya sebanyak 23 orang siswa baru,”terangnya.

Sementara itu untuk PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2022 medatang. Samsul Mujtahid mengatan pihaknya mendapat kuota 10 rombongan belajar (Rombel) atau setara dengan 10 kelas dengan 326 siswa baru.

“Untuk PPDB Tahun Ajaran 2022/2023 kami dapat kuota 10 Rombel atau 326 siswa baru, dengan melalui jalur penerimaan, Zonasi,Afirmasi,Prestasi dan Jalur perpindahan orang tua. Untuk jalur Zonasi memiliki porsi terbesar yakni 60%, Afirmasi 20%,Jalur Prestasi 15% dan dibagi lagi menjadi 6% prestasi akademik,5% prestasi non akademik dan 4% prestasi keagamaan,”urai Mujtahid.(red)

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA