SMA NW Jakarta Bangun Kerja sama Menyiapkan Generasi Unggul 

banner post atas

“Kemajuan suatu lembaga negara bangsa adalah seiring dengan upaya terobosan lompatan yang dibangun berdasarkan keyakinan dan program kelembagaan yang disusun bersama dan terukur. Kerja kerja terobosan dan pembinaan adalah suatu keharusan yang terus menerus seiring dengan kemajuan zaman dan keberanian menangkap peluang masa depan. Kreatifitas melakukan inovasi inovasi baru dalam mewujudkan peserta didik yang unggul berakhlakul karimah adalah keharusan seiring perkembangan zaman.” Demikian sekapur sirih alasan ibu kepala Yuli Sofiyati  kepala SMA NW Jakarta membangun kerjasama dengan STIE Ganesha.

Dalam kunjungan di SMA Nahdatul Wathan Lembaga Pengembangan dan Kerjasama STIE Ganesha yang lansung diterima kepala sekolah di ruang kerja beliau. Lansung Menceritakan keinginan dan apresiasi kepada STIE Ganesha atas kerjasama ini.” kedepan kita ingin kerjasama lebih luas baik dalam hal pengembangan kurikulum, peningkatan mutu, dan atau hal- hal lain yang dipandang perlu untuk kemajuan lembaga dan peserta didik. Untuk saat ini adalah program penerima beasiswa.

Lebih jauh ibu kepala menyampaikan ” kami ingin melihat anak-anak terus bangkit meraih masa depan, sy disetiap kesempatan selalu memberikan motivasi , ayo ambil peluang karena boleh jadi peluang itu datang sekali dalam hidup, kalian pasti bisa karena sukses adalah hak semua orang yang mau melangkah menggapai impian.” Demikian ibu kepala ceritakan sangat bersemangat.

Iklan

 Saya jadi teringat sosok kartini Indonesia masa kini. Beliau pantas mendapatkan penghargaan negara atau gubenur atas dedikasinya mengabdi mendidik menghadirkan generasi unggul berkarakter. Yang sangat bertanggung jawab terhadap peserta didiknya. Luarbiasa. 

Didampingi anak didiknya Alma dan Ningrum ibu Yuli Sofiyati juga sempat menceritakan sedikit kisah kepergian almahum ust.hamzani. selaku ket.redaksi Sinar5news.com yang tidak sengaja kami tanyakan spontan. Ternyata beliau sangat dekat ” kami dengan beliau sudah seperti saudara. sangat dekat, kepergian beliau juga tidak ada yang menyangka begitu cepat. Saya dari awal sampai pengurusan jenazah, bahkan saya ikut menghantar ke kampung halaman beliau. Sy kagum dengan beliau, seorang hafiz bahkan ibundanya adalah hafizoh. Beliau sahid karena meninggal dalam tugas sedang mendampingi anak- anak di puncak. Alfatihah utk beliau”.Demikian beliau tuturkan. 

BACA JUGA  Bekasi Resmi Memberlakukan PSBB Pada Rabu Besok, Ada 32 Titik Pemeriksaa