Setelah Sukses Pada BLUD, Refocusing, Teaching Factory. Kini SMK NTB Fokus Pada Optimalisasi Kemitraan dan Daya Saing. 

Setelah Sukses Pada BLUD, Refocusing, Teaching Factory. Kini SMK NTB Fokus Pada Optimalisasi Kemitraan dan Daya Saing. 

Sinar5news.com – Mataram – SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini telah memasuki masa Pengembangan, dimana selama 3 Tahun terahir ini fokus pada penataan sistem termasuk Pembuatan Regulasi sebagai Payung Hukum Penataan Sistem itu sendiri, maka lahirlah Roadmap SMK 2021 – 2026 sebagai Impelementasi Pergub 75 Tahun 2020 tentang Revitalisasi SMK. 

Sejumlah Capaian penting telah di torehkan seperti Program BLUD SMK, Refocusing Penataan Kembali Core SMK, Program 1 Siswa 1 Usaha dan Program Teaching Factory SMK yang telah menghasilkan lebih dari 3.000an prototipe produk SMK. 

Kepala Bidang SMK Dikbud NTB, M Khairul Ihwan yang di hubungi media ini memaparkan bahwa pondasi untuk SMK NTB Hebat telah Kuat, dan sekarang tinggal di optimalisasikan pada Sektor Kemitraan dan Peningkatan Daya Saing lulusan kita terutama faktor Bahasa Inggris.

“Pondasi kita sudah kuat sekarang tinggal kita fokus pada optimalisasi sektor kemitraan dan peningkatan daya saing. Dua sektor ini menjadi penting agar Serapan Lulusan SMK NTB semakin meningkat,”ungkap M.Ikhwan. Senin (25/03/2024)

Dikatakannya Peran Produk SMK semakin baik menopang pertumbuhan UMKM dan Industri di Daerah melalui Kemitran Sistem Produksinya. Bahkan evaluasi peningkatan daya saing lulusan SMK melalui peningkatan Bahasa Inggris lulusan SMK itu Wajib dilakukan.

“Bila perlu Kasek yang gagal dalam program ini bisa kita usulkan tidak usah jadi kepala sekolah lagi. Termasuk saya sendiri tidak usah jadi Kabid SMK kalau ini tidak berhasil, “tegas Kabid SMK yang visioner dan banyak menorehkan prestasi di dunia SMK NTB

Menurut Kabid SMK Dikbud NTB M.Khairul Ikhwan Mengapa bahasa Inggris ini penting?, karena Keahlian Teknis Lulusan kita sudah memadai tapi kalah saing karena faktor Bahasa. 

“Jangan sampe kita menjadi penonton di Daerah Sendiri atau menjadi Tenaga Kerja Luar Negeri yang kalah saing,”pungkasnya.(red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA