Hanya doa yang bisa kami panjatkan kepada orang yang sudah ikut andil dalam berjuang melalui Nahdlatul Wathan. Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, engkau berasal dari Allah, dan pada akhirnya engkau juga kembali kepadanya.
Selamat jalan dan semoga mendapatkan ampunan dan tempat yang mulia disisi Allah. Demikian doa yang pantas dihaturkan bagi seorang yang dengan setia mendampingi suaminya dalam menyiarkan Islam melalui Nahdlatul Wathan.
Hj. Sa’dah yang telah dipanggil oleh Allah dalam usia sekitar 90 tahun pada hari senin 27/6/22, kemudian dimakamkan tadi siang, Selasa 28/6/22 di pemakaman umum tempat tinggalnya Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hj. Sa’dah telah mendampingi suaminya H.Musipuddin dalam melestarikan ajaran Islam melalui Nahdlatul Wathan pada beberapa tahun lamanya yaitu semasa suaminya masih hidup di sekitar tahun 80-an.
H. Musipuddin adalah orang yang sangat berjasa dalam membantu Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ketika menghadapi kesulitan dalam dakwahnya.
Disaat Maulana Syaikh dipecat sebagai Imam dan khatib di Masjid tempat tinggalnya Pancor, bermi Lombok Timur, dibenci oleh para jamaah Pancor saat itu, sehingga berdampak kepada rusaknya nama baiknya dan berujung kepada harus memilih shalat Jum’at diluar daerah Pancor. Maulana Syaikh Melaksanakan shalat Jum’at saat itu di Labuhan Haji, daerah kediaman H.Musipuddin.
Disaat beliau sedang membutuhkan bantuan, disitulah peran H.Musipuddin membantu perjuangan Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. H. Musipuddin mempersiapkan tempat mengaji dan isterinya yaitu Hj. Sa’dah berperan sebagai seorang perempuan yang mempersiapkan makanan bagi orang – orang yang mengikuti pengajian saat itu. Demikian penjelasan dari Ust. Saleh dalam sambutan ta’ziahnya.
H. Musipuddin dan Hj. Sa’dah adalah kakek dan neneknya pendiri Nahdlatul Wathan Jakarta Kyai Haji Muhammad Suhaidi. Darah perjuangan Maulana Syaikh menular kepada cucu H.Musipuddin yaitu Kiyai H.Muhammad Suhaidi. Beliau melanjutkan perjuangan Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid melalui perjuangannya mendirikan madrasah Nahdlatul Wathan di Jakarta dan Bekasi.
Fath
Fath.




