Selamat Jalan H. Didit Agus Riyanto Sosok Ayah Teladan
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang Bapak H. Didit Agus Riyanto bin Margono pada hari Selasa, 20 Mei 2025 pukul 20.50 dalam usia 66 tahun di rumah kediamannya Kp. Pisangan RT. 004 RW 003, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Bapak H. Didit Agus Riyanto kelahiran Bogor ini meninggalkan seorang istri yang bernama Sunariah dan meninggalkan 7 anak dan 15 cucu. sesuai dengan keinginan almarhum , almarhum dimakamkan di Desa Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
Sebelum dimakamkan terlebih dahulu dimandikan, dikapankan dan dishalatkan pada hari Rabu, 21 Mei 2025 pukul 09.00 WIB di masjid Hamzanwadi Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Alhamdulillah cukup banyak yang menyolatkan terdiri para asatidz, santri dan jama’ah yang ada disekitarnya.

Selama hidupnya almarhum H. Didit Agus Riyanto dikenal suka bermasyarakat, membantu kepada sesama dan ikut serta dalam kegiatan sosial. Dalam hal ibadah pun terutama salat lima waktu tidak pernah tertinggal.
Penulis sendiri sudah mengenal beliau dari sejak tahun 1992 sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan yang ada di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Mengikuti pengajian dan sebagai jamaah tetap serta menjadi penggerak untuk terus melakukan kegiatan pengajian khususnya di wilayah Kampung Pisangan tempat kedamaiannya. Tidak ketinggalan juga istrinya Sunariah menjadi pendukung dan penggerak untuk ikut serta mengikuti pengajian-pengajian diantaranya pengajian ibu-ibu dan aktif membaca Hizib Nahdlatul Wathan dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dalam salat jamaah 5 waktu sepanjang yang penulis ketahui tidak pernah ketinggalan menunaikannya secara berjamaah di masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta. Demikian juga interaksi dan hubungan baik dengan pendiri pondok pesantren Nahdlatul Jakarta Drs. KH. Muhammad Suhaidi, SQ terus terjalin dan terbina dengan baik. Juga dengan para pengasuh dan asatidz yang ada di sana memiliki kedekatan secara emosional dan spiritual.

Sebagai seorang kepala rumah tangga juga memiliki perhatian dan tanggung jawab yang luar biasa kepada istri dan anak keturunannya, sehingga keluarga nya terbina menjadi keluarga yang harmonis dalam sakinah, mawadah, warahmah. Maka pantaslah beliau menjadi sosok teladan yang tidak akan pernah terlupakan akan kebaikan-kebaikan, nasehat-nasehat dan perilaku-perilaku terpuji yang akan diteladani oleh anak keturunannya sampai kapanpun.
Akhirnya kita mengucapkan turuk berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum H. Didit Agus Riyanto bin Margono. Semoga semua amal ibadahnya dan amal salehnya selama ini diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kuburnya menjadi luas dan lapang laksana surga, dosa-dosanya diampuni dan di akhirat nanti beliau ditempatkan di tempat yang mulia di surga berkat syafaat dari nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. (Amr/Red)
Jakarta, 28 Dzulqa’idah 1446 H/26 Mei 2025 M

