Sat Pol.PP Lotim, Razia Hiburan Malam Tangkal Virus Corona.

Sat Pol.PP Lotim, Razia Hiburan Malam Tangkal Virus Corona.

Sinar5news.com – Selong – Kasat Polisi Pamong Praja(Sat Pol.PP) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Baiq Farida Afriani membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan Razia tempat hiburan malam yang ada diwilayah Labuhan Haji dan Pringgabaya dalam upaya untuk melaksanakan Surat Edaran Presiden,Gubernur dan Bupati Lombok Timur terkait Corona . Hal itu dijelaskan Baiq Farida kepada wartawan dikantornya. Kamis(19/03/2020).

Ia juga menambahkan disamping melaksanakan Surat Edaran terkait wabah virus Corona, juga ingin mengetahui sejauhmana pelaksanaan Kesepakatan bersama dengan pemilik Café beberapa waktu lalu tentang aturan yang harus dipatuhi oleh pemilik Café tersebut.

“Razia ini kita lakaukan untuk melaksanakan Surat Edaran Presiden, Gubernur dan Bupati Lombok Timur, bahwa dalam beberapa hari kedepan tidak boleh ada kegiatan hiburan malam untuk mengantisipasi virus corona. Dan disamping itu juga kami ingin mengetahui sejauh mana Pemilik Café menaati kesepakatan yang telah mereka lakukan,beberapa waktu lalu,” Ungkap Baiq Farida Apriani.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu semua pemilik tempat hiburan malam dikabupaten Lombok Timur, berjanji untuk beroperasi sampai jam 00.00 wita setiap malam dan mempekerjakan Pathner Song(PS) dengan pakaian yang sopan.

Menurut Kasat.Pol.PP Baiq Farida Afriani dirinya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa para pemilik hiburan malam banyak yang beroperasi melewati batas waktu yang ditentukan dan mempekerjakan PS dengan pakaian yang kurang sopan serta menjual minuman keras tanpa ijin.

“Dalam razia tersebut kami dapat mengamankan 167 botol minuman keras, dan kami temukan beberapa PS(Pathner Song) dengan pakaian yang kurang sopan dan hampir semuanya mengaku berasal dari Bandung, hanya satu yang local. Dan ketika kami minta KTP nya mereka rata-rata tidak bisa menunjukkan KTP nya,” Terang Baiq Farida.

Baiq Farida juga menambahkan yang menjadi kehawatiran kita karena dari pengakuan mereka (PS-red) tersebut ada yang datang kelombok ini dari daerah asalnya yakni 10 hari yang lalu, dihawatirkan jangan-jangan membawa virus corona.

“Mereka pemilik hiburan malam tempat PS itu bekerja berjanji siang ini kami akan dibawakan KTP para pekerja malam tersebut, tapi sampai sekarang(jam 14.15 wita –red) mereka belum juga dating,” Pungkas Baiq Farida Afriani yang juga mantan Camat selong tersebut.(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA