Rinjani Menuju New Normal, Di Buka Mulai 7 April 2020 Mendatang.

Rinjani Menuju New Normal, Di Buka Mulai 7 April 2020 Mendatang.

Sinar5news.com – Lombok Timur- Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri acara Sosialisasi dan Simulasi Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Rinjani menuju New Normal, bertempat di Kantor TNGR(Taman Nasional Gunung Rinjani) Sembalun Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Sabtu, (27/6/ 2020)

Hj. Siti Rohmi Djalilah, dalam kata sambutannya menjelaskan, akan melakukan perbaikan- perbaikan sehingga destinasi Wisata Rinjani yang menjadi kebanggaan dapat dirasakan oleh masyarakat luas, dan berharap pelayanan pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 di seluruh destinasi wisata yang ada khususnya di wilayah Sembalun. 

“Saya berharap kepada masyarakat sembalun yang berada di daerah destinasi wisata harus dapat lebih memahami dan menerapkan protokol kesehatan covid-19 sehingga dapat di contoh oleh para pengunjung wisata,” Harap Wagub.

Pariwisata dan kelestarian alam harus ditingkatkan, Pada saat pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani pada Tanggal 7 Juli 2020 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Pelaku wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan covid-19 konsekwensinya di tutup.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTB juga melakukan penyerahan paket sembako dari Pemprov NTB sebanyak 100 paket dan dari Kemenpar sebanyak 1.237 paket yang diterima secara simbolis oleh perwakilan gued, porter dan homestay,serta penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Kades Sembalun.

Sementara itu Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmi, dalam kata sambutannya menekankan untuk menutup jalur pendakian gunung rinjani yang tidak resmi atau illegal, dan pengunjung harus melalui jalur resmi untuk memudahkan pendataan pengunjung apabila terjadinya bencana alam. 

“Jalur pendakian gunung rinjani yang digunakan harus melalui satu pintu atau jalur resmi tidak boleh ada banyak jalur pendakian,agar memudahkan dalam pendataan jumlah pengunjung,terutama jika terjadi bencana alam, ” Ungkapnya. 

Bupati juga minta kepada Dirjen KSDAE agar akses jalur pendakian dibuka sampai dengan pos 4 sehingga dapat dilalui transfortasi berupa kuda dan sepeda guna mengurangi beban berat yang dipikul para porter.

Dikatakan juga adanya Travel Agen, masih tidak memberikan dampak positip kepada masyarakat Sembalun sehingga banyak gued dan porter sembalun yang sifatnya hanya melihat saja atau sebagai penonton. 

“Kita minta kepada Kepala balai agar pelaku wisata yang lain seperti gued dan porter ditertibkan, seperti travel agen yang menggunakan jalur pendakian sembalun harus menggunakan gued dan porter asal Sembalun, begitu juga sebaliknya, travel agen yang menggunakan jalur pendakian Senaru menggunakan gued dan porter dari Senaru,” Harap Bupati.

Sedangkan Dirjen KSDAE RI  dalam sambutannya mengungkapkan, Pembukaan Pendakian Gunung Rinjani tergantung dari kesiapan petugas TNGR terkait dengan sarana, prasarana dan SDM yang sudah terlatih.

“Pembukaan pendakian jalur pendakian tetap dibuka mulai tanggal 7 Juli 2020 karena sesuai penyampaian dari petugas TNGR harus melakukan tahapan sosialisasi dan edukasi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 s/d 6 Juli 2020,” Pungkasnya.(Bul).

BACA JUGA  Upaya Meminimalisir Kasus Covid-19, Pemprov Jawa Timur Bentuk Tim Khusus.

Baca Selanjutnya

BACA JUGA  Ini Jawaban Kepala DPM-PTSP Lotim, Soal Izin Tambak Udang Suryawangi.

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA