Kehadiran Nabi Muhammad SAW telah merevolusi peradaban umat manusia di banyak aspek, seperti Kesetaraan Ras, Hak Perempuan, Inklusifitas, Hak Asasi Manusia, Kebebasan Beragama, hingga Peradaban Budaya.
Contohnya:
1. Anti-Racisme.
Disaat masyarakat Arab membanggakan kesukuannya, Beliau justru bersabda bahwa tidak ada keutamaan bangsa Arab dengan non-Arab. Tidak ada keistimewaan kulit putih dari kulit hitam. Tidak ada privilege khusus orang kaya dan bertahta dari mereka yang miskin dan orang biasa. Tiap-tiap orang dinilai dari ketakwaan dan amal baiknya. What a beautiful point!
2. Mengangkat derajat perempuan.
Disaat wanita diperbudak, diperjualbelikan, bahkan dihinakan pada masa itu, Nabi Muhammad justru berkata: Syurgamu berada di telapak kaki Ibumu. Bahkan, dalam kitab suciNya (Quran), salah satu penamaan surat adalah An-Nisa (read: Perempuan). What a surprising fact! Betapa mulianya perempuan dalam Islam.
3. Toleransi dan Kepemimpinan Inklusif.
Ketika di Madinah, beliau membebaskan Yahudi dan Nasrani untuk beribadah. Ketika di Makkah, beliau menjamin keselamatan hidup para non-Islam. Beliau sadar bahwa Ia diutus Tuhan sebagai penebar kasih sayang dan kedamaian. Seperti halnya Islam yang berasal dari kata “Salam” yang berarti Peace atau kedamaian dan keselamatan. Maka tiap-tiap Muslim harusnya menjadi agen perdamaian dunia.
4. Merdeka dalam Pilihan.
Ketika Islam berjaya dan banyak tahanan perang dari Non-Islam, beliau tak pernah memaksa mereka untuk memeluk atau mengikuti ajaran yang sedang didakwahkan Nabi Muhammad sendiri. Justru, beliau membebaskan untuk memilih, convert ke Islam atau tetap dalam agama mereka. Mereka merdeka untuk memilih tanpa paksaan. The freedom of choice and human right.
5. Kebaikan simbol Iman.
Ketika banyak orang menganggap dirinya paling beriman dan paling Islam, Beliau justru bersabda bahwa Kebaikan kepada sesama adalah salah satu simbol keimanan, jika tidak berlaku baik kepada sesama berarti belum benar-benar beriman. See! Tak perlu pamer diri paling islami, berlaku baiklah kepada setiap orang ‘regardless of’ agamanya, sukunya, warna kulitnya, status sosialnya.
Dan masih banyak lagi keteladanan lain yang diajarkan Islam. Jauh sejak awal abad ketujuh, Revolusi Peradaban manusia telah dinisiasi oleh Islam.
Maka sebagai Muslim, kita mesti menjadi pencetak peradaban yang baik, bukan menjadi perusak peradaban. Apalagi sampai mengatas namakan Islam. Nauzubillah.
Saya akan ucapkan salam “Peace be upon you” or “May the Lord give you peace”. Kalimat yang sama dengan salam dalam Islam “Assalamualaikum”.
Salam, Jumat berkah.
Sumber : Zainul Yasni



