Renungan Seorang Musafir : 5 obat Hati

Renungan
Renungan
banner post atas

Oleh Harapandi Dahri

ٱءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ

Artinya:”(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia. (al-ra’d:28)

Ibrahim al-Khawwash berkata;” Ada lima obat hati yang paling cepat menyembuhkan; Membaca al-Qur’an dengan tadbir (khusu’ dan sungguh-sungguh), mengosongkan perut dari makanan dan minuman yang berlebihan, melakukan Qiyamullail (salat dan zikir pada malam hari), menjaga pandangan dan pendengaran saat terjaga dan senantiasa bersama orang-orang salih. (Rahatul Qulub:81).

Lima resep untuk dapat memelihara hati agar selalu bersih dan suci seperti yang ditawarkan al-Syaikh Ibrahim. Qiraatul qur’an dengan penuh kesadaran akan dapat meluluh lantahkan hati yang sekeras batu, al-Qur’an adalah syifa’an (obat) bagi setiap penyakit. Firman Allah yang artinya;
” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (al-Ra’d:28).

Mengosongkan perut dari ragam makanan dan minuman yang berlebihan. Sayyidina Umar Radliyallahu Anhu berkata kepada khalid ibn Walid saat memberikan makanan. Pada suatu hari, Khalid bin Walid menyuguhkan makanan kepada Khalifah Umar bin Khattab.

”Makanan ini untukku?” tanya Umar. ”Mana makanan untuk orang-orang miskin dan kaum Muhajirin yang acap kali mati kelaparan,” tanya Umar lagi.  ”Mereka mendapat surga tuan,” jawab Khalid. “Kalau mereka mendapat surga, sedangkan kita hanya mendapat makanan ini, mereka sungguh lebih beruntung daripada kita,” tegas Umar.

Resep ketiga ialah Qiyamullail (salat dan zikir pada malam hari); qiyamullail seperti dijelaskan Allah dalam al-Qur’an adalah merupakan proses untuk menjadi kekasih Allah.

Baginda Rasul bersabda;”Salat yang paling afdlal setelah salat fardlu ialah Qiyamullail” (HR. Baihaqi). Dalam sabda yang lain:”Peliharalah salat malam karena ianya merupakan amalan orang-orang saleh, media mendekatkan diri kepada Allah, menjadi penebus kekhilafan dan penghapus segala dosa”.

BACA JUGA  Rasakan Nikmatnya Kopi Lombok Di Queen Coffee PTC Pancor

Diriwayatkan oleh al-Thabrani, Rasul bersabda;”Sesiapa yang pada malam harinya tidak terlampau kenyang akibat makanan dan minuman, lalu ia bangun pada malam hari untuk salat, maka ia akan ditemani oleh Bidadari hingga pagi hari”.
Syaikh Ismail bin Ibrahim Al-Jabrati berkata, “Semua kebaikan ada di waktu malam hari dan tidaklah seseorang diangkat sebagai Wali (kekasih Allah) kecuali di waktu malam.” 

Rabi`ah Al-Adawiyah pernah berkata, “Tidak ada yang membuat diriku galau selama empat puluh tahun kecuali ketika terbit fajar.” Sebuah pernyataan yang melukiskan nikmatnya bermujahad dan bermunajat kepada Allah di malam hari.
Dari beberapa riwayat hadits maupun kata-kata ulama tersebut dapat memberikan pencerahan kepada kita betapa dahsyatnya qiyamullail, oleh karena itu marilah kita sama-sama menjaga dan memanfaatkan peluang tersebut.

Resep keempat ialah menjaga pandangan dan pendengaran saat terjaga. Mata dan telinga adalah dua media keunggulan yang Allah berikan kepada kita, namun jika kita tidak mampu mengendalikannya maka bukanlah kebaikan dan manfaat akan diperoleh melainkan mudlarat dan akan menjadi penyebab diturunkan murka Allah bagi kita.

Imam al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub menjelaskan pandangan Abu al-Laits bahwa antara tanda-tanda seorang takut kepada Allah ialah menjaga mata untuk tidak terpana kepada hal-hal yang dilarang Allah. Rasul bersabda;”Sesiapa yag memenuhi matanya dengan perkara-perkara haram, maka Allah akan memenuhi matanya dengan api neraka”.

Resep terakhir ialah senantiasa bersama orang-orang salih. Bersama orang saleh adalah keberkahan, setiap langkah akan memberikan pahala. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;” Wahai ‘Ali, senantiasa kebajikan akan di dapati oleh orang yang mampu menjaga perutnya dari makanan dan minuman haram, dan sesiapa yang tidak bersama ulama’, maka hatinya akan mati dan buta (tidak dapat) menjalankan ketaatan kepada Allah”.
Wasiat Rasulullah kepada Sayyidina ‘Ali Karramallahu Wajhahu;” Wahai ‘Ali jika selama 40 hari seorang mukmin tidak pernah bersama ulama’ , maka hatinya akan keras dan peluangnya melakukan dosa besar karena ilmu itu menghidupkan hati”.

BACA JUGA  Kita Ingin Menjaga Nama Baik Lombok Tengah

Semoga kita dapat mengamalkan kelima-lima resep tersebut sehingga terpanggil menjadi hamba Allah yang akan menghadapNya dengan Qalbun Salim. Amin