Refleksi Akhir Tahun Rapimnas MCMI ke-2 Renungan Masa, Oleh : Samianto PB MCMI

Refleksi Akhir Tahun Rapimnas MCMI ke-2 Renungan Masa, Oleh : Samianto PB MCMI

Sinar5news.com- Sebagai ormas kemasyarakatan Masyarakat Cinta Masjid Indonesia ( MCMI ) berdiri di atas dan untuk semua golongan. Hadir memberikan pencerahan agar tempat ibadah utamanya masjid/mushalla dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai tempat ibadah dan pendidikan kemudian diluar sekeliling masjid boleh dijadikan kegiatan ekonomi ummat.

Pergolakan politik pada Pase awal pemerintahan Jokowi sangat dirasakan oleh semua warga bangsa.  Telah menggerus rasa solidaritas dan mengikisnya rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa, akibat kerasnya arus politik di kala itu.
 
Masjid / mushalla tidak luput sebagai sasaran politik para pendakwa agama, menyebarkan propaganda terhadap Evoria mendukung kandidat masing – masing calon. Ummat terbelah jamaah kebingungan. Dalam suasana kebatinan yang serba tidak menentu lahirlah ormas MCMI untuk menjaga Marwah tempat ibadah agar senantiasa dijunjung tinggi keberadaannya sebagai tempat suci ibadah  khususnya ummat Islam. Bahwa masjid/ mushalla tidak boleh dijadikan tempat kampanye politik Paslon tertentu selain murni untuk ibadah dan kegiatan pendidikan lainnya.
 
Kemurnian tempat ibadah harus terus dijaga, dipelihara, dilestarikan hanya untuk menyebarkan Islam yang rahmatan Lil Alamien penuh cinta kasih toleran moderat. Disinilah konsen MCMI berdiri tegak lurus menjaga merah putih merekatkan kebangsaan diatas mozaik khatulistiwa dalam khazanah kebhinekaan Pancasila NKRI harga mati.
 
MCMI akan senantiasa kokoh tegak lurus pada prinsip awalnya sebagai penjaga merah putih Pancasila sampai seterusnya. Presiden selaku kepala pemerintahan komando tertinggi boleh berganti akan tetapi MCMI tetap setia mengawal merah putih pada pemerintahan yang sah berdasarkan undang undang dasar. 
 
Indonesia adalah negara demokrasi kedaulatan tertinggi ada pada rakyat. Jadi Ummat Islam sebagai pemegang saham demokrasi terbesar memiliki suara terbanyak di negri ini, tentu harus diwadahi kekuatan politik yang yang dapat menyuarakan aspirasi  ummat untuk menghadirkan keadilan keseimbangan atas hak mereka sebagai pemegang suara mayoritas.
 
Selama ini suara ummat Islam hanya menjadi rebutan dan dagangan mereka para politisi berbaju agama. Setiap datang waktu pemilu mulai sibuk jualan ayat jualan agama, semata mata untuk kepentingan politik tertentu guna merebut kekuasaan. Model inilah yang memicu rasa persaudaraan sebagai anak bangsa di negri Pancasila ini kian terbelah.
 
MCMI hadir untuk memberikan  pencerahan sebagai benteng NKRI agar para tokoh, kelompok, komunitas, partai yang suka jualan agama menyadari ini negri Pancasila yang menjaga keberagaman dan menghormati perbedaan. MCMI melalui masjid/mushalla menyerukan agar dakwah itu lebih kepada penguatan nasionalisme, cinta tanah air, persatuan, toleransi, hadirkan keadilan sosial, berantas kezaliman, penegakan hukum, pemberantasan korupsi harga mati. Tebarkan cinta kasih sesama.
 
MCMI menyoroti Indonesia semakin rendah prestasinya dalam bidang penegakan hukum. APBN selalu bocor di makan sengkuni dan hantu. Setiap menjelang pemilu pergantian presiden selalu ribut terlebih para elit. Model Ini tidak bagus untuk contoh  anak bangsa generasi penerus dapat menganggu stabilitas nasional. Negara kaya raya memiliki segalanya terperosok ke jurang lembah kemiskinan. Kelangkaan pangan mulai dirasakan padahal luas perairan untuk bercocok tanam di negri tercinta ini. Luarbiasa luasnya. untuk mengasih makan penduduk bumi bisa diberikan saking negri kita subur makmur dan luas.
 
Kelangkaan energi juga mulai terasa, karena belum dioptimalkan pemanfaatan sumber alam yang kita miliki seperti : panas bumi, energi matahari, air laut dan udara. Semua ini berpotensi melahirkan energi listrik jika dikelola dengan benar jujur amanah. Melalui rakernas ini MCMI mengingatkan kepada pemerintah agar memperhatikan jamaah masjid/mushalla karena disinilah sentral ummat terbanyak yang harus diperhatikan. Disinilah kantong suara mayoritas yang harus didengar.
 
Meneguhkan kerjasama dengan MCMI sebagai pelayan ummat dapat dipastikan index penurunan kemiskinan dan stunting akan cepat direalisasikan  untuk Indonesia maju. Terlebih agenda ke depan Indonesia akan menuju Indonesia emas tahun 2045. Melalui gerakan pemberdayaan jamaah masjid mushalla bangsa Indonesia akan tinggal landas menuju bangsa yang sejahtera adil makmur berkeadilan.
 
Refleksi akhir tahun dalam rapimnas kali ini, MCMI patut dijadikan renungan masa untuk kita semua. Bahwa bangsa besar tercinta ini  harus kembali ke jati diri sebagai bangsa mandiri, mengelola sumber daya alam sendiri, menentukan arah bangsa sendiri sejalan dengan undang undang dasar dan Pancasila sebagai haluan gerak berbangsa bernegara yang sudah di amanah kan para pendiri bangsa. Siapapun pemerintahannya harus bergandengan tangan dengan MCMI sebagai penyambung lidah jamaah untuk NKRI yang lebih sejahtera. MCMI merekatkan ummat berdiri diatas dan untuk semua golongan. Selamat Rampimnas dari masjid untuk Indonesia adil makmur. 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA