Salat tarawih adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadan. Pahala dan keutamaannya begitu besar, terutama ketika dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Salah satu bentuk kesabaran dalam salat tarawih adalah ketika seorang makmum tetap khusyuk dan tenang meskipun imam membaca Al-Qur’an dengan lambat dan memilih ayat-ayat yang panjang. Sikap ini dapat menyempurnakan pahala dalam pelaksanaan salat tarawih.
Namun, seorang imam juga harus menyadari bahwa ia adalah pemimpin dalam salat. Ia bertanggung jawab untuk menyesuaikan bacaannya agar tetap indah, fasih, namun tidak berlebihan dalam durasi. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَمَّ أَحَدُكُمُ النَّاسَ فَلْيُخَفِّفْ، فَإِنَّ فِيهِمُ الضَّعِيفَ وَالسَّقِيمَ وَذَا الْحَاجَةِ
“Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang lain dalam salat, maka hendaklah ia meringankan (tidak terlalu panjang). Karena di antara mereka ada yang lemah, yang sakit, dan yang memiliki kebutuhan lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa imam harus mempertimbangkan kondisi makmum yang beragam, baik dari segi fisik, kesibukan, maupun tingkat kesabaran mereka. Jika salat terlalu panjang, ada risiko makmum menjadi jenuh atau bahkan kapok sehingga tidak ingin kembali melaksanakan tarawih berjamaah. Sebaliknya, jika bacaan imam pas—tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek—makmum justru akan merasa nyaman dan ingin kembali mengerjakannya di malam-malam berikutnya.
Di sisi lain, makmum juga dituntut untuk bersabar dalam mengikuti imam. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا
“Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, maka jika ia bertakbir, bertakbirlah kalian; jika ia rukuk, rukuklah kalian; jika ia sujud, sujudlah kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makmum tidak boleh mendahului gerakan imam, apalagi dalam gerakan yang wajib. Jika mendahului imam, dikhawatirkan salatnya menjadi tidak sah. Oleh karena itu, kesabaran sangat diperlukan, terutama ketika imam memiliki tempo bacaan yang lebih lambat atau ketika perpindahan rukunnya terasa agak panjang.
Kesabaran dalam mengikuti imam ini akan mendatangkan banyak pahala, termasuk pahala salat tarawih itu sendiri, pahala kesabaran, dan pahala menjaga adab dalam berjamaah. Dengan demikian, salat tarawih tidak hanya menjadi ibadah rutin di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih diri dalam kesabaran dan penghormatan terhadap pemimpin salat.
Semoga kita semua diberikan kesabaran dan keistiqamahan dalam menjalankan salat tarawih dengan penuh kekhusyukan.



