Menuntut ilmu saat berpuasa menghadirkan tantangan tersendiri. Tubuh mengalami keterbatasan energi karena tidak ada asupan makanan dan minuman sepanjang siang. Hal ini menjadikan aktivitas belajar terasa lebih berat dibandingkan di luar bulan Ramadan. Tetapi justru di sinilah letak ujian dan keutamaannya—kesabaran dalam menuntut ilmu saat berpuasa akan membawa berkah dan pahala yang berlipat ganda.
Keutamaan Menuntut Ilmu di Bulan Ramadan
Ada dua ibadah yang berjalan bersamaan, yaitu ibadah puasa dan ibadah menuntut ilmu. Ketika dua ibadah ini bersatu, maka seseorang akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ﷻ berfirman keutamaan puasa:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa puasa memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Maka, ketika seseorang menuntut ilmu dalam keadaan berpuasa, ia sedang melakukan dua ibadah besar sekaligus yang memiliki nilai luar biasa di hadapan Allah.
Kesabaran dalam Menuntut Ilmu Saat Berpuasa
Menuntut ilmu dalam keadaan perut kosong dan tubuh lemas tentu bukan perkara mudah. Tetapi justru di balik rasa lapar dan lelah itu, Allah menjanjikan pahala yang lebih besar. Kesabaran dalam menghadapi kondisi tersebut akan menjadi faktor penentu bagi seorang penuntut ilmu untuk mencapai derajat yang tinggi di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bukan hanya sekadar aktivitas duniawi, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan di akhirat. Ketika seseorang bersabar dalam menuntut ilmu, terutama saat berpuasa, maka ia telah meniti jalan yang penuh keberkahan menuju ridha Allah.
Manfaat Menuntut Ilmu Saat Berpuasa
Selain pahala yang berlipat, menuntut ilmu dalam keadaan berpuasa juga membawa manfaat dari segi kualitas belajar. Ketika seseorang berpuasa, pikirannya menjadi lebih jernih dan fokus. Ini seperti kuda yang menarik gerobak—jika gerobaknya terlalu berat, kuda akan kesulitan berjalan, tetapi jika bebannya ringan, ia akan lebih mudah melangkah. Begitu pula dengan manusia, ketika perut terlalu kenyang, tubuh akan merasa berat dan cenderung mengantuk. Sebaliknya, ketika perut dalam keadaan kosong, pikiran lebih mudah fokus dan hati lebih mudah tersentuh oleh ilmu.
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata:
مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً، تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ
“Barang siapa yang tidak merasakan sulitnya belajar walau sesaat, maka ia akan menanggung pahitnya kebodohan sepanjang hidupnya.”
Dari ungkapan ini, kita belajar bahwa kesabaran dalam menuntut ilmu, meskipun dalam kondisi sulit seperti saat berpuasa, akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kehidupan seseorang.
Meskipun terasa berat karena kondisi tubuh yang lemas, justru di situlah nilai keutamaannya. Kesabaran dalam belajar saat berpuasa akan mendatangkan pahala berlipat, menambah keberkahan dalam ilmu yang diperoleh, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah.




