Sinar5news.com – Selong – Bupati Lombok Timur Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif untuk mencegah penularan Covid-19 sehingga samapi saat ini, tinggal 2 orang yangterkonfirmasi positif Covid-19 dari angka 39 orang rontok menjadi 36 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia seorang bayi usia 5 bulan dari kecamatan Aikmel. Hal itu disampaikan Bupati pada Rapat Koordinasi Penanganan dampak Covid-19 di Kantor Bupati Lotim. Senin (18/05/2020)
Meskipun pasien positif covid-19 tinggal 2 orang, Bupati belum bersedia untuk membuka masjid secara keseluruhan, karena masih ada tahapan yang akan dilakukan oleh Bupati diantaranya Rapid Tes Berbasis Pasar dan Masjid terhadap pengunjung pasar dan jamaah yang datang ke Masjid.
“Rapid Tes Berbasis Pasar itu kita mulaikan besok(selasa 19 Mei 2020) dan dari hasil Rapid Tes ini akan menjadi dasar kita untuk menentukan apakah Masjid bisa kita buka lagi apa tidak. Kalau hasil rapid tes 1 atau 2 orang itu bagus dan bisa kita Jumatan dan Hari Raya, tapi kalau masih kita temukan 10 sampai 20 orang maka tidak bisa kita Jumatan dan Berhari raya,” Terang Bupati Sukiman.
Sementara itu Bupati juga menginstruksikan untuk dilakukan Jumatan di 1 Masjid dalam 1 Desa, sebagai Masjid Sempel untuk melakukan Rapid Tes Berbasis Masjid.
“Saya instruksikan untuk kita coba jumatan pada 1 Masjid di satu Desa, sehingga 254 Masjid akan dibuka pada jumat mendatang tetapi tetap pada protocol kesehatan, kalau hasil Rapid Tes Berbasis Masjid ini tidak ada yang reaktif maka kita akan buka Masjid untuk kegiatan ibadah sebagai mana sebelum Covid-19,” Ungkapnya.
Sementara itu Ketua MUI Lombok Timur TGH.Ishak Abdul Gani berharap kepada Bupati untuk dapat membuka kembali masjid yang sebelumnya ditutup karena dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.
“Menyimak penjelasan dari Bapak bupati dan Kadis Kesehatan Tadi Alhamdulillah penanganan Covid-19 Lotim ini berhasil cukup baik, bisa menyembuhkan 36 orang positif Covid-19 dari angka 39 orang positif ,sehingga samapai saat ini tinggal 2 orang yang masih dalam perawatan. Untuk itu kami berharap kepada bapak Bupati jangan hanya 1 Masjid dalam 1 Desa yang akan dibuka karena itu nanti bisa menimbulkan Fitnah,tapi dibuka aja semuanya,” Ungkap TGH.Abd.Gani.
Permohonan Ketua MUI Lombok Timur tersebut langsung direspon oleh Bupati Sukiman dengan menjanjikan pada malam sabtu akan menanda tangani surat atau maklumat yang akan diterbitkan MUI Lombok Timur.
“Insya Allah Jumat malam kita akan tanda tangan maklumat MUI lotim,tapi dengan catatan kita tunggu dulu hasil Rapid Tes Berbasis Pasar dan Rapid tes Berbasis Masjid dan hasil pengecekan di posko perbatasan. Kalau hasilnya tidak ada yang reaktif dan mudah-mudahan yang tinggal 2 orang positif itu juga sembuh maka kita akan buka masjid untuk kegiatan ibadah seperti Jamaah Jumat dan Sholat Idul Fitri,” Jawabnya.
Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Lombok Timur dihadiri oleh Kapolres Lombok Timur, Dandim 1615/Loti, Kejari Selong,Pimpinan OPD, Kabag dan Semua Camat serta Pimpinan Puskesmas dan UPT Pendidikan se kabupaten Lombok Timur. (Bul)


