PT.Djarum Gudang Lombok, Akan Beli Tembakau 4.000 Ton Dan Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

0
410
banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Tengah – Usaha budidaya tanaman tembakau Virginia menjadi salah satu sector usaha yang sangat potensial untuk mengurangi pengangguran dan mendongkrak terpuruknya ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.khususnya di pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya.

Sebagaimana diketahui dalam satu orang petani pengoven tembakau Virginia dapat membuka peluang kerja musiman kepada sekitar 50 orang buruh tani dengan upah Rp.60 ribu perhari. Dan rata-rata masa kerja dari usaha tembakau Virginia dari masa pengolahan tanah sampai Final butuh waktu 6 bulan.

Pimpinan PT.Djarum Gudang Lombok, H.Abdul Latif mengatakan, dalam pelaksanaan usaha  tembakau Virginia ini, kami tetap mengacu kepada protocol kesehatan Covid-19, dengan mensosialisasikan kepada para petani, dalam menjalankan aktifitasnya tetap menggunakan masker,cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir dan selalu jaga jarak.

H. Abdul Lathif ( Pimpinan PT. Djarum Gudang Lombok)
Iklan

Dalam menghadapi musim pembelian tembakau dari para petani binaannya yang berjumlah 716 orang, pihaknya sudah melakukan simulasi penerapan protocol kesehatan Covid-19, terutama untuk menghindari kerumunan orang(Sosial Dhystanching) pada saat transaksi jual beli tembakau Virginia yang akan dimulai pada akhir Agustus 2020 ini.

“Kami sudah melakukan simulasi tehnis pembelian tembakau dari para petani binaan kami, dimana untuk menghindari kerumunan orang, kami akan mengatur kehadiran petani dengan menggunakan ship. Dimana akan ada ship pagi dan siang, dengan jumlah petani yang sudah ditentukan jadwal kedatangannya kegudang untuk menjual tembakaunya,” Ungkap H.Latif kepada sinar5news.com. Senin(03/08/2020)

Ia juga menambahkan, setiap petani yang datang untuk menjual tembakaunya, mulai dari pintu gerbang akan dites suhu tubuhnya dengan thermogun dan diwajibkan untuk mencuci tangan dan harus pakai masker.

“Begitu petani masuk gudang kita akan lakukan pengetesan suhu tubuh dengan Thermogun, kalau suhu tubuh petani kita 37,5 misalnya, maka kita akan suruh mereka istirahat dulu sekitar 15 menit, lalu kita coba teslagi kalau masih suhu tubuhnya 37,5 maka kita anjurkan untuk memeriksa kesehatannya ke Puskesmas terdekat. Dan untuk tembakau yang dibawa kalau ada perwakilannya bisa kita grade atau kita beli, tapi kalau tidak ada maka kita minta untuk dibawa pulang dulu,” Tegasnya.   

Dari pantauan Sinar5news.com digudang PT.Djarum Gudang Lombok, memang pihak perusahaan sudah cukup siap untuk mengantisipasi kerumunan petani yang  menjual tembakaunya ke gudang, dengan penerapan protocol kesehatan Covid-19. Dan pihaknya juga sudah membuat denah tempat duduk petani dengan jarak 1,5 meter dalam penerapan Physical Distanching.

Latif juga menambahkan kerumunan juga sering terjadi di loket pembayan tembakau, sehingga pihak PT.Djarum akan menerapkan pembayan dengan sistim transper ke rekening petani.

“Dari pengalaman kita juga,penumpukan petani sering terjadi diloket pembayaran, maka kita disini mengatur pembayaran itu melalui sistim transper ke rekening petani yang bersangkutan, sehingga Insya Allah, antrian petani didepan loket pembayaran tidak akan terjadi,” Imbuhnya.   

Diakhir keterangannya Latif menyampaikan bahwa pihak PT.Djarum Gudang Lombok pada musim tanam tahun 2020 ini akan membeli tembakau Virginia sebanyak 4.000 ton dari 716 orang petani binaan dengan luas areal tanam 2.090 hektar.

 

(Bul)