Prof Harapandi : Perusak Amal

banner post atas

Sesungguhnya yang paling aku takutkan terjadi pada kalian (ummatku) al-syikr al-ashghar (syirik kecil) yakni al-riya’.

Antara perkara maksiat bathin yang paling ditakuti Rasulullah akan terjadi pada setiap ummatnya ialah perilaku syirk kecil yakni riya’ (pamer) terhadap segala ibadah yang sudah dan sedang ia lakukan. Seharusnya ibadah hanya dipersembahnya kepada Allah semata tanpa tujuan-tujuan selainNya, ikhlash merupakan lawan kata dari sifat ini, ikhlash dalam beribadah bermakna tiada lain tujuan ibadah kita hanya kepadaNya semata, setelah kita lakukan ibadah tidak pula dipamerkan kepada manusia lain.

Kethauilah bahwa amalan manusia yang diterima disisi Allah, hanyalah amalan yang dijalankan semata-mata karena Dia Yang Maha Kuasa, lainnya tidak. Kondisi dan perilaku seperti ini telah ditegaskan Allah melalui hadits Qudsi yang artinya:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Rabb yang tidak memerlukan sekutu, karena itu siapa saja yang melakukan suatu perbuatan, kemudian Aku disekutukan padanya, maka aku pastikan bahwa amalnya tidak akan ‘Aku terima, ketahuilah bahwa amalan yang ‘Aku terima hanyalah yang dipersembahnya semata-mata untukKu”.

Iklan

Dan orang-orang yang berlaku riya’ dalam segala aktivitasnya, nanti dihari kiyamat akan dipanmggil dengan empat nama panggilan, hai kafir, hai pendosa, hai penghianat dan hai orang yang merugi. Lalu dilanjutkan dengan khitab (panggilan) Allah kepadanya;”telah sesat usahamu dan batal pahalamu, karena itu, pada hari ini tiada bagian untukmu, carilah pahala (bagianmu) dari orang-orang yang engkau beramal karenanya.
Al-syaikh Mathraf telah menegaskan dalam perkataannya bahwa Sesungguhnya aku lebih suka tertidur sepanjang malam dan bangun pagi-pagi dalam keadaan menyesal karena tidak melakukan ibadah malam (qiyamullail) daripada sepanjang malam aku lakukan ibadah namun ketika bangun pagi aku berbangga hati karena telah melakukan ibadah (qiyamullail).

BACA JUGA  Saat Puasa Cepat Lapar ? Hindari 5 Jenis Makanan Ini Saat Sahur

Dari ucapan al-Syaikh dapat dilihat bahwa amalan qiyamullail yang begitu dahsyat derajatnya disisi Allah, jika dilakukan lalu disebarkan dengan tujuan untuk pamer kepada khalayak ramai, maka tiada mendapatkan pahala disisi Allah, rugi damn muflis akan didapatkan. Tiada upah berupa surga Allah di akhirat, karena itulah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wasallam dalam hadits beliau (artinya) bersabda;
“Surga berkata; Aku diharamkan terhadap setiap orang yang bakhil (pelit) dan mereka yang bersikap riya’ dalam beramal”.

Kata pelit (bakhil) dalam hadits tersebut ialah mereka yang malas mengucapkan sebaik-baik perkataan yakni;”Laa Ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Dan yang diinginkan dari kata riya’ ialah mereka yang beramal dengan tujuan makhluk dan seburuk-buruk riya’ ialah mereka yang memperlihatkan iman dan ketauhidannya, namun hatinya terdapat dusta.

Orang-orang yang memelihara sikap riya’ dalam dirinya akan mendapatkan kerugian jauh dari rahmat Allah, jauh dari Surga, jauh dari kasih sayangNya. Dekat dengan murka Allah dan dekat dengan azab Allah.
Semoga kita semua terhindar dari sikap dan sifat al-Riya’ dan berharap Allah memasukkan kita ke dalam hamba-hambaNya yang ikhlash dalam berbuat taat kepadaNya.