Prof Harapandi :Hidup Menunggu Kematian

banner post atas

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”. (Qs. Al-Ankabut:57).

Ibunda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebelum ajal menjemputnya (di Abwa’) beliau berkata kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, saat berusia 6 tahun;”Anakku, setiap yang hidup pasti mati, segala yang baru pasti basi, setiap yang besar pasti sirna. Ibu juga akan mati, tapi ibu akan meninggalkan seorang anak yang baik dan penyayang sepertimu. Anakku, dalam mimpi ibu, mereka mengatakan, engkau akan menjadi orang besar, oleh karena itu ibu sangat bahagia”.

Iklan

Ucapan Ibunda Nabi kita sebagai kata akhir sebelum wafat telah memberikan pembelajaran yang sangat berarti bahwa setiap yang bernyawa termasuk kita pasti akan mati dan kematian kata Rasulullah bagaikan PINTU dan setiap orang pasti melewati pintu tersebut.
الموت كباب وكل الناس يدخل ويخرج منه، والموت واحد والأسباب متعددة

Artinya:“Kematian itu bagaikan pintu, setiap orang akan masuk dan keluar melalui pintu tersebut. Kematian itu satu, namun sebab kematian itu banyak”.

Karena itulah Abu Dzar al-Ghifari menyatakan;”Aksiruzzadat Qablal Maut” (perbanyaklah perbekalan sebelum mati), Wa Khairuzzad al-Taqwa (dan sebaik-baik perbekalan adalah al-Taqwa).

Segala yang baru (termasuk semua makhluk Allah) pasti basi, artinya pasti akan rusak, baik dengan zaman ataukah dengan hal lain. yakin terhadap semua yang baru pasti rusak (hilang, hancur), maka kita memperbanyak amaliah al-hasanah.

Jika kita sebagai hamba Allah yang terpilih dan menjadi sebaik2 makhluk tidak menjauhkan diri (berpaling) dari perkara2 basi, maka ketahuilah kita termasuk hamba Allah yang jauh lebih rendah dari al-bahaim (binatang:al-a’raf:179).

Setiap yang besar pasti sirna, itu maknanya bahwa tidak ada yang besar dihadapan Allah, derajat jabatan, pangkat dan posisi disisi Allah sama saja kecil, yang besar hanyalah Allah Yang Maha Besar (Allahu Akbar).

BACA JUGA  Hikmah Pagi :Ghibah, Perusak Amal Ibadah

Sadar akan kekerdilan kita sebagai makhluk Allah, akan dapat memberikan kekuatan dalam menjalankan segala perintah Allah dengan penuh kekhusyu’an dan lari sejauh-jauhnya dari perbuatan maksiat.

Semoga kita dapat menjalankan wasiat ibundanya Nabi kita Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, sehingga kita menjadi manusia yang semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Wallahu A’lamu bi al-Shawab