Seluruh wilayah Indonesia saat ini, tengah melakukan transisi memasuki kondisi normal baru, , dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.
Hal ini diharapkan perekonomian dapat kembali begerak, sambil tetap menekan penyebaran Covid-19..
Pelaksanaan masa transisi New Normal ini sebagai bentuk untuk penguatan pendisiplinan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, bukan menjadikan hal ini untuk PSBB selesai, tetapi disertai adaptasi dengan lingkungan dan segala aktivitas masyarakat tidak bisa bebas tetap mengikuti protokol kesehata.
Hubungan virus dengan mahkluk hidup (manusia) termasuk suatu jenis interaksi biologis jangka panjang, secara berkesinambungan antara dua organisme biologis yang berbeda. Baik itu mutualisme, komensalisme, atau parasitisme.
Virus corona termasuk jenis mikroparasit yang dapat menyebarkan dari inang satu ke inang yang baru secara langsung, ataupun melewati perantara.
Di Indonesia pada saat ini mengalami sebuah musibah yang bisa mendorong suatu perubahan yang signifikan di segala bidang, dan pada akhirnya wilayah Indonesia mengalami evolusionis yang di gerakkan oleh masyarakat sebagai penyebab perubahan-perubahan kehidupan menguntungkan, maupun merugian.
Seleksi alam memang selalu membahas seputar gagasan bahwa, makhluk hidup paling kuat menyesuaiakan diri dengan kondisi alam habitatnya yang akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup.
Solusi yang harus di pikirkan adalah, dengan cara be radaptasi dengan corona virus. Untuk itu, masyarakat agar bisa hidup berdampingan dengan virus corona yang memang sdh berkembang biak di Indoesia.
ke Keuntungan Manusia sudah memiliki sistem imun, atau sistem kekebalan tubuh pada seseorang individu yang tidak kuat, maka, akan ter seleksi dengan sendirinya.
Oleh karena itu, Adaptasi adalah jalan keluar dari permasalahan hidup ber sosial seperti semula. Karena, tubuh memiliki sistem kekebalan dalam sel -sel imun dalam tubuh kita.
Untuk mencapainya, memiliki tahap agar bisa hidup dengan sehat sebagai berikut:
Pertama, Mengenali kinerja sistem kehidupan.
Aktor-aktor yang selalu dihubungkan antara satu dan lainnya dengan ikatan sosial, yang merupakan pembentukan suatu hubungan antara sepasang aktor yang diperlihatkan dalam kelompok dan relasi, maka dapat di definisikan jaringan sosial. Simbiosis yang terjadi pada manusia dan virus (corona) dapat di hubungankan dengan, Teori modern awal tentang perilaku kolektif menggunakan contagion untuk mendeskripsikan transmisi pemikiran, gagasan, atau perilaku dari seorang individu pada seluruh kelompok.
Dua,. Hubungan manusia dengan dengan alam sekitar.
Masyarakat sebagai sumber daya manusia dalam menghadapi lingkungan, perlu memiliki tingkat keberdayaan yang tinggi dalam beradaptasi di lingkungan apapun. Masyarakat di tuntut untuk menjalankan kehidupan berdampingan dengan covid 19.
Jika perilaku ekologis sebelumnya bersifat etis-estetik dalam bidang moralitas, yang akan diwujudkan dengan tetap ber upaya menjaga keharmonisan, dan kebersihan manusia dengan lingkungannya. Setiap respon seseorang atau individu merupakan akibat dari tiga hal, yaitu
-sifat organisme,
– pengalaman terdahulu, – lingkungan yang sekarang
Adaptasi dapat berlandaskan atas teori fungsionalisme struktural.
Fungsionalisme struktural adalah, salah satu paham atau perspekstif yang didalam sosiologi memandang masyarakat sebagai satu sistem dari bagian-bagian yang saling berhubungan antar satu sama lain dan bagian yang satu tak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain, seperti, halnya covid-19 adalah pemicunya kemunculan fungsionalisme struktural.
Oleh Karena itu, terbentuknya New Normal di Indonesia adalah sebagai contoh perubahan sosial yaitu, fungsionalisme struktural, prespektif fungsionalime struktural dengan memandang bahwa, masyarakat merupakan suatu sistem kehidupan.
Dalam hal ini, New Normal mencegah meningkatnya tingkat bertambahnya kejadian krimilnal yang terjadi pada masyarakat sekitar, dan mempertebal sistem kekebalan tubuh dengan adanya adaptasi dengan alam.
Sri Jayanasa, seorang Raja Kedatuan Sriwijaya pada hebat ke7 sudah berpesan, agar manusia hidup bebas dari penyakit harus memperlakukan alam untuk kebaikan semua makhluk hidup dan agar smua makhluk berbagagia.
Sebagian besar penyakit yang timbul saat ini karena masalah lingkungan. Sekitar 60 persen penyakit infeksi merupakan penyakit zoonosis atau berasal dari hewan dan lebih dari dua per tiga berasal dari satwa liar.
Wabah virus corona [COVID-19], bukan menjadi pandemi terakhir bagi umat manusia, jika manusia terus merusak alam liar. Kemungkinan tetap ada wabah virus yang baru di masa mendatang.
Terkait COVID-19, butuh kajian mendalam untuk menyimpulkan apa sebenarnya yang memicu kemunculan penyakit tersebut. Untuk sementara ini, COVID-19 memang disebabkan SARS-CoV-2, virus yang diduga kuat berasal dari kelelawar dan atau trenggiling.
Sri Jayanasa, Raja Kedatuan Sriwijaya, di tebet 7 sudah berpesan kepada manusia agar terhindar dari berbagai penyakit.
Dengan berpesan bahwa Manusia harus memperlakukan alam untuk kebaikan semua makhluk hidup atau agar semua makhluk berbahagia..
“Memperlakukan alam untuk kebaikan semua makhluk hidup, sebaiknya di pahami , sebagai upaya menjaga keseimbangan alam. Jika sebaliknya atau bertentangan dengan hal tersebut, manusia pun akan hidup menderita dengan berbagai penyakit atau hidup tidak bahagia,.
Nilai-Nilai Lingkungan Hidup Pada Prasasti Talang Tuwo ini menjelaskan, jika alam yang disimbolkan [Taman Sriksetra] tidak digunakan untuk kebaikan semua makhluk hidup, bukan hanya penyakit, manusia juga akan menghadapi malapetaka, tersiksa tidak bisa tidur, dan cepat tua ,dll
Di bawah ini kutipan dari Prasasti Talang Tuwo tersebut,
“… Semoga mereka tidak terkena malapetaka, tidak tersiksa karena tidak bisa tidur. Apapun yang mereka perbuat, semoga semua planet dan bintang menguntungkan mereka, dan semoga mereka terhindar dari penyakit dan ketuaan selama menjalankan usaha mereka.”
P,esan agar menjaga alam terbaca dari pembukaan prasasti ini, “… Semoga yang ditanam di sini, pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan bermacam pohon, buahnya dapat dimakan, demikian pula aur, buluh, betung, dan sebagainya; dan semoga juga tanaman-tanaman lainnya dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolamnya, dan semua amal yang di berikan, dapat digunakan untuk kebaikan semua makhluk, yang dapat pindah tempat dan yang tidak, dan bagi mereka menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan.”.




