Prof H Agustitin: KEBERKAHAN AKAN SELALU BERTAMBAH BILA KITA SEMAKIN PAHAM MAKNA DALAM ALQURAN

banner post atas

*قال أحد السلف : كلما زاد حزبي من القرآن، زادت البركة في وقتي . ولا زلت أزيد حتى بلغ حزبي عشرة أجزاء.*


Salah satu Ulama terdahulu berkata: Semakin banyak hizibku (bacaan rutin) bertambah dari Al-Qur’an, semakin banyak pula keberkahan yg bertambah dlm waktuku.. Dan aku terus menambah bacaanku sampai hizibku mencapai sepuluh bagian..

*وقال إبراهيم بن عبد الواحد المقدسي موصيا الضياء المقدسي لما أراد الرحلة للعلم: “أكثر من قراءة القرآن ولا تتركه؛ فإنه يتيسر لك الذي تطلبه على قدر ما تقرأ”. *

Berkata Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi, saat menasihati Adh Dhiya’ Al Maqdisi, ketika ia ingin melakukan perjalanan keilmuan ; “Perbanyak membaca Al-Qur’an & jgn meninggalkannya, sb kadar kemudahan permohonanmu, sesuai kadar yg kau baca.” –

*قال الضياء: فرأيت ذلك وجربته كثيراً ، فكنت إذا قرأت كثيراً تيسر لي من سماع الحديث وكتابته الكثير، وإذا لم أقرأ لم يتيسر لي*.

Adh Dhiya’ berkata: “Aku melihat itu & banyak mencobanya. Jk aku banyak membaca Al Qur’an, mk aku dimudahkan dlm menerima hadits2 & bs banyak menulisnya. Dan jk aku tidak membaca, mk tidak dimudahkan bagiku.” –

ذيل طبقات الحنابلة لابن رجب اللهم ارزقنا الإكثار من قراءة القرآن وتدبره والعمل به . –

Di akhir kitab Thabaqat Al Hanabilah oleh Ibnu Rajab, 205/3 disebutkan sebuah doa ; “Ya ALLAAH, beri kami kemampuan untuk banyak membaca Al-Qur’an, merenungkannya & mengamalkannya.” –
Yuuk kita banyak kan membaca, merenungkan & mengamalkan Al Qur’an

*IBADAH RAMADHAN MASIH DAPATKITA BISA OPTIMAL*

Iklan

_PANDEMI virus corona telah mengubah muslim yang terbiasa berjamaah di masjid menjadi ibadah di rumah. Menghadapi musibah pandemi virus corona, seorang muslim dituntut kembali kepada Allah. *“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innalillahi wa innailaihi raajiun.’”*
(QS al-Baqarah: 156)._

UCAPAN dan tindakan seorang muslim mengembalikan urusan kepada Allah adalah sikap dan tindakan tepat. Itu sesuai dengan firman Allah (yang artinya) ini: *_”Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”_*
(QS Al-Baqarah: 152).

PUN pula, kita diminta menjalaninya dengan penuh kesabaran. Bahkan, menjadikan sabar dan salat sebagai metode kerja menghadapi berbagai kesulitan. *(QS Al-Baqarah ayat153:* *_”Hai orang-orang yang beriman. Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”)_*

APABILA hal ini dapat dilakukan, sempurnalah iman seorang muslim. Sempurna karena sesuai hadis Rasulullah SAW,(yang artinya) di bawah ini . *_”Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin.”_*
*_”Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, ia bersabar. Itu pun baik baginya.”_* (HR. Muslim, no. 2999)

RAMADHAN kali ini, umat Islam tidak hanya dituntut berpuasa, tetapi juga menahan diri dalam bentuk berdiam di rumah, menjaga jarak sesama, dan hal lain yang berpotensi menularkan virus korona. Dalam suasana ini, selayaknya umat Islam memaksimalkan ibadah Ramadhan agar mencapai derajat takwa.

HAL tersebut selaras dengan firman Allah ini: *_”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”_* (QS. Albaqarah: 183).

RAMADHAN sebagai agenda kehidupan tahunan seorang muslim, haruslah dioptimalkan dengan mendekatkan diri kepada Allah. Maka, seharusnya seorang muslim dapat memberikan prioritas utama dan berkonsentrasi untuk beribadah sebaik mungkin, yakni yang berikut ini.

Membuat agenda dan mengisi Ramadhan dengan ibadah sebaik-baik dan sebanyak-banyaknya di TIDAK masing-masing. Tidak melakukan kegiatan ibadah yang mengakibatkan berkumpulnya banyak orang. Misalnya, ibadah di masjid karena akan berisiko penularan virus corona, majelis ilmu (pengajian), dan kajian keagamaan lainnya. Menyiapkan infak dan sedekah untuk disampaikan kepada berbagai kalangan dan anggota masyarakat yang terdampak pandemi virus corona secara langsung.

Mengurangi bepergian ke luar rumah kecuali untuk hal sangat urgen. Mengoptimalkan media komunikasi berbasis internet sebagai sarana komunikasi antarwarga. Termasuk melakukan kajian keagamaan maupun kajian Ramadhan.

*_Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma thawwil umuurana, wa shahhih ajsaadana, wa nawwir quluubana, wa sabbit iimaananaa wa ahsin a’maalanaa, wa wassi’ arzaqanaa, wa ilal khairi qarribnaa wa ‘anisy-syarri ab’idnaa, waqdhikhawaa-ijana fiddiini waddunyaa wal aakhirati innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir._* Ya Allah. Panjangkanlah umur kami. Sehatkanlah jasad kami. Terangilah hati kami. Tetapkanlah iman kami. Baikkanlah amalan kami. Luaskanlah rezeki kami. Dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan. Kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

*Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

_Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)_

*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

_*”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang
*IKHLAS ITU DAMAI*
*Mengikhlaskan niatnya hanya demi ridha Allah subhanahu wa ta’ala adalah amal shalih yang harus senantiasa diupayakan oleh setiap mukmin. Sebuah amal meski terasa kecil namun karena diniatkan ikhlas akan menjadi besar, sebaliknya banyaknya amalan besar menjadi kecil karena rusaknya niat di hati.*

_Ibnu Rajab rahimahullah berkata:_ *“Diantara fenomena nifaq amali yang paling besar ialah ketika seseorang beramal dengan berpura-pura menampakkan bahwa ia berniat baik dengannya, padahal amalan itu hanyalah sebuah sarana yang ia gunakan untuk mencapai suatu maksud jahat sehingga bisa terlaksana atau ia hanyalah kamuflase untuk mengetahui orang lain, dan ia pun bangga karena bisa memperdaya dan mengelabui orang, sekaligus mendapat pujian mereka, padahal itu semua hanyalah cara yang ia gunakan demi melaksanakan niat jahatnya yang tersembunyi! Perilaku semacam itu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an ketika bercerita tentang orang-orang Yahudi dan munafiqin”*
(Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, II/493)

*Ikhlas butuh kesungguhan dan kesabaran dalam menjalaninya, kita bersungguh-sungguh menghadirkan niat dan terus memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala agar selalu ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Dan salah satu kiat untuk ikhlas adalah berupaya menyembunyikan amal yang dilakukannya. Dengan melakukan ibadah yang tak terlihat orang niscaya hatinya lebih selamat dan tidak terpengaruh ucapan orang lain. Dia hanya berharap cinta dan pujian dari Allah ‘Azza wa Jalla semata.*

*“Ayyub bin Kisan As-Akhtiyani melakukan shalat sepanjang malam, ia menyembunyikan hal tersebut. Ketika telah datang waktu subuh, ia mengangkat suaranya seolah-olah baru bangun saat itu”*
(Hilyatul Auliya’, (3/8)

_Ibnu Aisyah berkata:_ *“Bapakku berkata,”Aku mendengar penduduk Mekkah berkata,”Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Al-Husain”*
(Shifatus Shafwah, 2/9).

*Bisa dikatakan kuncinya keselamatan ibadah terletak pada faktor keikhlasan; dengan membaca biografi orang-orang shalih dari kalangan imam-imam terkemuka, ahli ibadah dan orang-orang zuhud akan semakin memotivasi dan menginspirasi kaum muslimin untuk berlaku ikhlas.* *Merenungi kembali untaian-untaian hikmah para salaf berkaitan dengan perkara keikhlasan niscaya akan menumbuhkan semangat serta antusiasme kita untuk selalu meneladaninya dan menjadikan iman lebih bersemi.*

_Ibnul Jauzi rahimahullah berkata_: *“Bersikaplah acuh terhadap orang lain serta menghapus pengaruh dari hati mereka dengan tetap beramal shalih disertai niat yang ikhlas dengan berusaha menutup-nutupinya adalah sebab utama yang mengangkat kedudukan orang-orang yang mulia”*
(Shaidul Khaatir, hal. 251).

*Semoga kita selalu mendapatkan Taufiq dari Allah Ta’ala….*
*Sholawat*

*اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد* ٍ

*( Ya Allah berilah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad ).*

Istighfar

*أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيم*

*(Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung).*

_*Semoga kita menjadi penyebab baiknya diri dan orang lain* *Semoga kita senantiasa bersyukur, lebih bermanfaat dan lebih baik lagi.aamiin*_
*Mari selalu berusaha tiap hari tambah ilmu akherat, selalu semangat Tholabul ilmi.*