Prof Dr Harapandi : Diam bukan “nganggur”.

Prof Dr Harapandi : Diam bukan “nganggur”.

Banyak orang stres dengan wabah Covid19, apalagi di berbagai negara, kota bahkan kampung2 sudah diinstruksikan untuk lockdown (karantina kewilayahan; Kemenhan) untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Berdiam di rumah sebenarnya bukan “menganggur” tapi tetap kreatif melakukan tugas dan kewajiban dengan cara yang dapat dijalankan.

Para tenaga pengajar, karyawan bahkan sampai direktur dapat mengoperasikan pekerjaannya dari rumah.

Konsep alharakah barakah mesti terus dijalankan. Alharakah berarti bergerak tidak diam, ide kreatif dan konstruktif terus digali agar memberi manfaat.

Tuan Guru Kiyai Haji Abdul Madjid (Maulanasyaikh) pendiri NW, NWDI dan NBDI menyatakan “Guruku adalah Matahari”, berputar mengikuti sunnatullah, bergerak dari timur menuju barat lalu kembali tak pernah diam, demikian juga dg planet-planet lainnya. Karena itu kata beliau; kalau mau hidup lebih bermakna ikuti dan contohi matahari sebagai sang guru.

Dalam pergerakan mesti ada “niat li ibadatillah” karena dengan niat tetdapat perbedaan ibadah dan adat (tradisi). Jika diamnya kita di rumah tanpa niat ibadah dalam mengikuti arahan pemerintah maka hanya rasa bosan bahkan stres akan menghantaui kita, tapi jika diniatkan karena Allah nilai ibadah akan didapatkan.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»، (أخرجه الشيخان).

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA