Sinar5news.com – Mataram – Jika anda berkunjung ke SMA 6 Mataram, mungkin sepintas tampak terlihat biasa-biasa saja namun berbeda jika anda menyusuri hingga bangunan paling belakang dari gedung sekolah yang bertempat di keluarahan selagalas kota Mataram tersebut.
Tepatnya di gedung belakang yang merupakan tempat Sekretariat Gerakan Pramuka pangkalan SMA 6 Mataram. Disekelilingnya terdapat banyak tanaman dari berbagai jenis sayuran, buah-buahan hingga tanaman obat.
Ditempat ini kita akan menemukan berbagai macam jenis tanaman diantaranya buah Anggur, Cabe, Tomat, Kelengkeng, Strawbery, Blimbing, Terong panjang dan bulat, Pepaya, Daun Prie dan buahnya, Pisang, Srikaya, Buah Naga, Singkong hingga buah Sirsak. Selain itu juga terdapat tanaman obat seperti Jahe merah, Kunyit, Laos, Lengkuas dan Gingseng.

Pembina Pramuka SMA 6 Mataram Moh. Ridwan, S.Pd menuturkan bahwa budidaya berbagai jenis tanaman tersebut telah berlangsung dua tahun sejak 2021 lalu dan telah mampu menghadirkan kemanfaatan bagi sekolah dan masyarakat sekitar.
“Kebun tanaman ini merupakan hasil buah karya adek-adek Pramuka SMA 6 Mataram, termasuk siswa-siswa yang sering dihukum karena tidak disiplin kami bina disini hingga mereka memiliki keterampilan”, ujar Ridwan di hadapan pengunjung yang hadir.
Ketika ditanyakan apa rahasia sehingga berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, pria kelahiran Selong Lombok Timur tersebut mengaku kuncinya adalah pupuk organik super merupakan karya anggota Pramuka SMA 6 Mataram dibawah binaannya.

“Kami memiliki pupuk khusus yang kami namakan pupuk organik super, pupuk ini sangat cocok dengan berbagai jenis tanaman sehingga sudah banyak jenis tanaman yang dihasilkan dari jenis buah-buahan, sayuran hingga tanaman obat”, jelas Ridwan.
Pupuk ini lanjut Ridwan merupakan hasil olahan dari sisa makanan, daun, rumput, yang dicampur dengan air gula merah, garam, cairan EM-4 hingga penyedap makanan.
Selain pupuk padat, terdapat juga pupuk cair yang merupakan bahan dasar dari sisa cucian beras yang ditambah dengan bahan permentasi kecap, garam dan sebagainya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Guru PPKN di SMA 6 Mataram ini juga mengaku telah banyak manfaat yang dihasilkan oleh budidaya tanaman dan pupuk organik super tersebut. Banyak siswa-siswa yang kurang disiplin yang ia bina hingga mampu membuat pupuk yang sangat bagus untuk berbagai jenis tanaman.

“Banyak siswa yang dihukum oleh pihak sekolah karena tidak disiplin terlambat masuk sekolah dan sebagainya, maka di sini kami bina mereka, kami ajarkan mereka cara membuat pupuk dan budidaya tanaman, Alhamdulilah dalam waktu yang tidak lama mereka bisa berubah lebih baik dan trampil”, ungkapnya.
Selain itu pupuk Organik Super karya adek-adek Pramuka SMA 6 Mataram tersebut ungkap Ridwan, banyak masyarakat yang berminat untuk membelinya, sehingga dijual dengan harga 10.000 per bungkus untuk masyarakat umum dan khusus untuk internal sekolah dijual dengan harga 5.000 per bungkus.
“Hasil dari penjualan pupuk organik super ini menjadi Kas keuangan adek-adek Pramuka SMA 6 Mataram, sehingga mereka tidak repot cari dana ketika mau melaksanakan kegiatan”, ujarnya. (Man)




