Postingan Ini Mengingatkan Kembali Memorial Kunjungan Sinar Lima Ke PGP.

banner post atas

Melihat poto banjir yang diposting oleh facebook Rahmah Hidayati pada tanggal 11 januari pukul 21:28, mengingatkan tim sinar lima terhadap kunjungan beberapa hari yang lalu ke pusat banjir di perumahan pondok gede permai. Teringat juga kepada kami bagaimana proses pembersihan genangan air banjir, serta pembersihan tumpukan sampah dan lumpur bekas banjir.

Postingan ini memulihkan kembali ingatan terhadap tumpukan sampah dan lumpur, serta genangan air yang menutupi jalan pengkolan menuju masjid al-ikhlas, sehingga mobil tim sinar lima harus mundur beberapa langkah menelusuri jalan yang berlumpur.

Iklan

Postingan tersebut juga mendorong tim sinar lima untuk kembali menceritakan apa yang didapat ketika berkunjung ke pusat banjir beberapa hari yang lalu (11/1/20) ke rumah bang Agung. Panjang lebar beliu menceritakan tentang banjir yang dirasakan beberapa hari yang lalu.

Menurut keterangan bang Agung, banjir kali ini adalah banjir yang terbesar bila dibandingkan dengan banjir di tahun-tahun yang lalau. Karena banjir yang sebelumnya paling tinggi mencapai kayu jendela lantai satu. Adapun banjir kemarin (1/1/2020) sampai lantai dua rumah. Ada yang sampai betis dan ada juga yang sampai dada diukur dari lantai dua.

Bang Agung lanjut menceritakan bagaimana keadaan ketika banjir “awalnya saya mengira banjir seperti sebelumnya hanya sampai lantai satu, akan tetapi sedikit demi sedikit air kelihatan semakin naik, bahkan memenuhi lantai satu. Kamipun naik ke lantai dua. Ketika melihat tangga lantai dua, kelihatan air berangsur-angsur mulai naik melampaui tangga. Melihat air semakin naik di lantai dua sayapun bergerak mengamankan barang yang ada supaya tidak terendam banjir. Dirumah saya lantai dua sampai betis, di rumah warga yang lain ada yang lantai dua sampai dada” terang bang Agung kepada tim Sinar lima.

Sedih rasanya mendengar kisah bang agung ketika menceritakan keadaannya yang berhari-hari hidup dalam kegelapan, karena ketika dalam keadaan banjir listrik dipadamkan. Duduk beberapa malam ditemani makanan ringan dan sebatang rokok melihat derasnya air yang mengalir di atas atap rumah.

Seperti yang terlihat di poto postingan tersebut, hari kesebelas warga masih sibuk merapikan rumahnya membersihkan sisa-sisa banjir. Lumpur dan sampah masih banyak yang numpuk di sekitar pekarangan dan dalam rumah.

Tim Sinar lima yang langsung menyaksikan proses evakuasi di hari yang kesebelas merasa teriris melihat keadaan itu, karena disana sini ada tumpukan lumpur. Banjir tersebut tidak hanya menyisakan lumpur, akan tetapi meninggalkan beberapa bangunan yang rusak bekas hantaman banjir. Beberapa rumah terlihat rusak, tembok jebol, pintu dan jendela terlihat lusuh dan kumuh tertutup lumpur, bahkan gerbang besipun terlihat bengkok bekas hempasan derasnya bajir. Terlihat juga dipinggir jalan mobil yang rusak akibat diomban-ambing gelombang banjir.

Dalam proses evakuasi, TNI terlihat ikut membantu merapikan dan membersihkan sisa sampah banjir bersama masyrakat setempat. Alat berat seperti excapatorpun terlihat mengeruk sampah dan tumpukan lumpur yang menutupi jalan di sekitar perumahan.

Dalam pengamatan tim sinar lima, lumpur bekas banjir merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi warga, karena dia masuk disetiap ruang terbuka, misalnya terlihat oleh tim sinar lima di selokan pembuangan air penuh dengan tumpukan lumpur yang kelihatannya sangat sulit untuk dibersihkan, karena posisinya yang tertup dipinggir jalan.