Pesantren : Alternatif Dalam Membangun Karakter dan Ilmu Dalam Pendidikan Berkualitas

Pesantren : Alternatif Dalam Membangun Karakter dan Ilmu Dalam Pendidikan Berkualitas

Sinar5news.com – Jakarta – Berbicara mengenai pendidikan yang berkualitas, tentu tidak luput dari pendidikan berbasis pesantren atau sekolah dengan sistem boarding school. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki andil besar dalam pembangunan karakter bangsa.

Salah satu keistimewaan pendidikan pondok pesantren adalah adanya sistem boarding school atau sistem asrama. Dengan sistem boarding school, sepanjang hari dan malam santri akan berada dalam lingkungan belajar. Mereka bergaul bersama siswa yang lain dan para ustadz ustadzah mereka. Kini semakin banyak orang tua yang menyekolahkan putra-putri mereka ke pondok pesantren. Dari tahun ke tahun animo masyarakat semakin meningkat, pasalnya pesantren mampu mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama. Selama 24 jam santri/siswa dalam pengawasan. Dalam banyak kasus dikota-kota besar, anak-anak sekolah habis waktunya dan tidak digunakan secara optimal untuk belajar.

Ada beberapa keunggulan yang didapat jika menempuh pendidikan berbasis pesantren, diantaranya seperti:

  1. Pesantren mengajarkan hakikat keimanan. Iman adalah dasar atau pondasi dalam mengerjakan setiap ibadah. Iman inilah yang nantinya akan membentuk fikrah (pola pikir seseorang) menjadi seorang muslim yang bersih idahnya (salimul aqidah). Itulah bekal asasi memasuki hari-hari yang paling menentukan dihari yang tidak berguna lagi harta dan anak-anak, kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang lurus.”(QS.Asy-Syu’ara(26) :88-89”
  2. Para santri menerima ilmu yang luas dari pendidikan di pesantren. Di Pesantren para santri akan dibekali pemahaman agama dan kemandirian sehingga dapat membentuk kepribadian santri yang mandiri.
  3. Dalam pesantren para santri diajarkan tentang akhlak mulia. Pendidikan dan pembentukkan akhlak mulia diharapkan dapat membuat mereka menjadi suri teladan bagi keluarga dan masyarakatnya, karena itu banyak lulusan pesantren yang menjadi pemimpin dinegeri ini. Misalnya, Amin Rais, Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Hidayat Nurwahid, Mahfud MD, dan masih banyak lagi tokoh bangsa yang lahir dari perut pesantren.
  4. Lulusan pesantren dituntut untuk menjaga, mengamalkan dan meningkatkan amal saleh, perintah menuntut ilmu bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas amal seseorang. Dengan amal itu pula seseorang memperoleh kebahagiaan di dunia dan selamat di akhirat. Pendek kata, orangtua mengirim anakanaknya ke pesantren karena ingin anak-anaknya pintar dan saleh, bahkan kalau harus memilih diantara keduanya, mereka (orangtua) akan memilih anak yang saleh ketimbang pintar.

Namun demikian, orang tua juga tidak diharapkan untuk memaksa anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren. Karena kunci belajar di pesantreni itu adalah betah. Kalau tidak betah, anak cerdas pun akan kehilangan konsentrasi belajar, sebaliknya, bila anak itu pas-pasan atau biasa-biasa saja tetapi betah dipesantren, ia akan dapat konsentrasi dan mampu berprestasi. Langkah berikutnya menguatkan dengan Do’a, baik untuk anak dan juga diri, sebab yang membolak balikkan hati itu bukan siapa-siapa, tetapi Allah SWT. Oleh karena itu, lagi-lagi do’a tidak hanya akan menguatkan anak tetapi juga guru pada saat membimbing. 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA