Pergolakan irasionalitas di tubuh NWDI dan NW

banner post atas

Oleh : Istiqlal Rozi

Sebagai catatan awal, kita tenggelam pada aspek kebencian semata yang disandari dengan bergejolaknya nafsu sehingga rasio tumpul secara tidak sadar. Tema di atas secara sengaja saya angkat sebagai tamparan bagi regenerasi yang secara khusus mengklaim diri paling shoheh dalam meneruskan spirit perjuangan maulana syaikh TGKH. Muhammad zainuddin abdul madjid. Dan di beberapa literatur sejarah juga maulana syaikh memproyeksikan organisasi bukan hanya dalam tatanan keluarga, tapi secara umumnya untuk ummat.

Sebagai kader yang aktif mengikuti prosesi pengkaderan di HIMMAH NWDI, Saya malah miris melihat semua caci makian yang kian membanjiri kolom komentar di social media, baik itu Facebook, Instagram, maupun grup di Whatsapp. Salah satu contoh misalnya di FB, saya kira grup diskusi cerdas nahdlatul wathan atau jaringan intelektual NW itu di banjiri dengan seputar informasi ilmu pengetahuan dan diskusi seputar pengembangan Organisasi. dan ternyata, pikiran saya salah mengenai hal itu.
Pada catatan di atas, saya malah merenung. “kok keasikan sekali kader-kader NWDI dan NW ini di provokasi”, lebih-lebih yang banyak nyinyirisme atau julidisme itu dari kalangan mahasiswa, sarjana, dan abituren yang saya rasa pada kalangan ini menghasilkan pikiran-pikiran alternatif dan progress mengenai perihal organisasi ke depan.

Iklan

Dalam lubuk hati saya yang paling dalam, kapan kira-kira regenerasi organisasi ini membahas sesuatu yang lebih substansial atau katakanlah wacana-wacana yang akrab bergemuruh di telinga kita seperti islam kebangsaan, modernisasi keislaman, islam berkemajuan dan tentunya mengenai konsepsi dan dinamika NW kedepan. Sekali lagi saya katakana, kita lupa pada perihal ini.
Melihat semua publikasi yang berkembang sampai hari ini, tampa kita sadari bahwasanya medan berperang kita hari ini adalah dunia maya atau anak tiktok menyebutnya dunia tipu-tipu {SOSMED]. Dan lebih menariknya lagi, salah satu senjata yang kerap untuk menusuk lawan adalah meme-meme yang receh, pamflet yang berisi informasi yang hoaxs dan terakhir saling bully tidak jelas.
Padahal ya, kalau kita ingin rasional dikit saja dan nggak perlu banyak, secara “legal formil” NWDI itu lahir thn 2021, dan secara legal formil pula NW itu lahir Tahun 2020. Tapi kalau kita tinjau dari segi materilnya, secara historisitas dan spirit perjuangan maulana syaikh, NWDI itu lahir di tengah gerakan perjuangan merebut kemerdekaan pada tanggal 15 jumadil akhir 1356 H, atau bertepatan dengan 17 Agustus 1937 M. sedangkan NW kalau kita tinjau secara materilnya atau spirit perjuangannya pula, NW lahir pada 01 maret 1953.

BACA JUGA  Pondok Pesantren NW Muara Gembong Berbahagia

Di samping yang sedikit saya utarakan di atas juga, banyak sekali motif literatur atau diskursus yang lebih substansial yamg seharusnya itu di konsumsi oleh kader-kader Nahdlatul Wathan. Baik itu diskursus pengembangan organisasi, kemajuan organisasi dan banyak lagi motif-motif gagasan yang seharusnya di publikasi dengan baik.
Sebagai penutup; organisasi butuh kader yang memiliki banyak terobosan, baik dari ide, gagasan, kiprah, kolaborasi dengan pemerintah dan tentunya disertai dengan spirit perjuangan, karena hari ini organisasi tidak butuh regenerasi yang hanya bermodal nyinyir, jualan lidah, dan caci maki.karena sejatinya motif-motif yang seperti ini menghambat lajunya spirit perjuangan organisasi. Untuk itu, mari kita saling bergandengan tangan dengan baik dan saling rangkul satu sama lain,

Pokoknya: NW
Pokok NW : iman dan taqwa
NWDI : Iman dan taqwa