Jakarta Timur — Majelis Taklim Gabungan HAMZANWADI yang berpusat di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar penutupan pengajian sementara (tawaqufan) pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Acara ini dihadiri oleh para asatizah, dewan guru Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, serta jamaah ibu-ibu yang berasal dari berbagai Majelis Taklim di wilayah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Kehadiran para jamaah menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi dalam mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh Majelis Taklim HAMZANWADI.

Penceramah pada kegiatan tersebut adalah Hajjah Ma’wa, B.A, salah satu ustadzah yang dikenal luas di lingkungan Penggilingan dan sekitarnya. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tausiyah seputar keutamaan bulan Rajab, yang termasuk salah satu dari bulan-bulan haram dalam Islam.

Disampaikan pula bahwa pada bulan Rajab terjadi peristiwa agung Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, yakni perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan naik ke langit untuk menerima perintah shalat secara langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hajjah Ma’wa menjelaskan bahwa perintah shalat pada awalnya berjumlah 50 waktu shalat dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa ‘Alaihis Salam, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memohon keringanan sehingga ditetapkan menjadi 5 waktu shalat, dengan pahala yang tetap setara.
Selain membahas peristiwa Isra’ Mi’raj, penceramah juga mengingatkan jamaah agar mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba, termasuk kesiapan dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan shalat tarawih.
Pada kesempatan ini, pengurus Majelis Taklim HAMZANWADI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin apabila selama pelaksanaan acara terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan.
Sebagai penutup, para jamaah melaksanakan maaf-maafan dengan saling berjabat tangan dan bersalaman, yang kemudian dilanjutkan dengan mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama.

Suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan ukhuwah Islamiyah menandai berakhirnya rangkaian acara penutupan pengajian sementara Majelis Taklim HAMZANWADI dengan tertib dan khidmat.


