PENTINGNYA BERADAB KEPADA RASULULLAH

banner post atas

 

Oleh: Novky Answara Putera Perdana, BSQ, MA

Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan kepada orang yang beriman untuk senantiasa beradab kepada Nabi Muhammad Alaihissholatu Wassalam, baik ketika memanggil, atau menyebut nama beliau, mesti dengan panggilan yang hormat dan mulia. Maka dari itu Allah Azza Wajalla melarang menyebut kekasihnya dengan Namanya akan tetapi mesti diikuti dengan gelar beliau yang mulia seperti contoh : ya Rasulallah, Ya nabiyyallah. Ini di karenakan Allah Azza Wajalla sendiripun dengan para malaikatnya tidak pernah menyebut langsung nama beliau di dalam Al-Quran Al-Karim, melainkan dengan gelaran atau panggilan yang lembut kepadanya Alaihissholatu Wassalam.
Seperti yang tertera dalam Al-Quran surah al – ahzab ayat 56 :

Iklan

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

 

Dan tafsir yang di jelaskan oleh Ibn Abbas Radhiallahu Anhu pada Al – Quran surah An-Nur ayat 63 :
لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

عن ابن عباس : كانوا يقولون : يا محمد ، يا أبا القاسم ، فنهاهم الله عز وجل ، عن ذلك ، إعظاما لنبيه ، صلوات الله وسلامه عليه قال : فقالوا : يا رسول الله ، يا نبي الله .
dari Ibnu Abbas, bahwa dahulu mereka mengatakan, “Hai Muhammad, hai Abul Qasim!” Kemudian Allah Swt. melarang mereka melakukan hal tersebut sebagai penghormatan kepada Nabi-Nya. Nabi Saw. bersabda, “Ucapkanlah oleh kalian, “Hai Nabi Allah, hai Rasulullah’.”
Hal ini juga yang membedakan Rasulullah Alaihissholatu Wassalam dengan para nabi dan rasul lainnya yang Allah sebut langsung Namanya dalam Al-Quran Al-Karim, dan hal ini juga termasuk dalam khusushiyyatunnabiyy Alaihissholatu Wassalam (keistimewaan yang khusus yang hanya di dapatkan oleh para nabi dan rasul). Yang mana Nabi dan Rasul lain tidak mendapatkannya seperti yang Rasulullah Alaihissholatu Wassalam dapatkan.

BACA JUGA  Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 1