PENJELASAN 100 KARAKTER NW SEJATI 12. SELALU BELAJAR Karya : Abu Akrom

PENJELASAN 100 KARAKTER NW SEJATI 12. SELALU BELAJAR Karya : Abu Akrom

 

NW sejati selalu belajar
Dari berbagai sumber yang benar
Dari guru yang sangat pakar
Atau dari kitab muktabar

Salah satu karakter NW sejati yang sangat mulia adalah selalu menyempatkan diri belajar menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber yang ada, dengan catatan selama sumbernya benar, valid dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, baik dari guru yang ahli (pakar di bidangnya) atau dari kitab (buku) yang berkualitas (muktabar) yang diakui kesahihannya ditinjau dari persyaratan yang telah ditetapkan oleh syara’.

Belajar itu adalah kewajiban
Bagi setiap yang bernama insan
Muslim laki dan perempuan
Dari buaian hingga kematian

Tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa yang namanya belajar adalah suatu kewajiban pokok bagi setiap insan yang mengaku muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban ini bersifat mengikat tidak bisa dibatalkan oleh apapun, selama masih ada umur di dunia ini, selama itu pula kewajiban itu tetap berlaku dan ketika ajal tiba, itulah batas akhir dari kewajiban belajar.

Ketahuilah bahwa kewajiban belajar (menuntut ilmu) sama seperti kewajiban lainnya seperti shalat, puasa, zakat dan lain-lain. Jadi bila ditinggalkan, sungguh berakibat dosa yang berdampak kepada kerugian yang fatal pada akhirnya.

Belajar ilmu apapun saja
Ilmu dunia dan ilmu agama
Dipelajari dengan sempurna
Pasti Islam akan berjaya

Islam adalah agama yang tidak pernah membatasi pemeluknya untuk belajar ilmu apa saja, baik ilmu yang berhubungan dengan dunia maupuan ilmu yang berhubungan dengan agama. Kedua ilmu ini dipelajari dengan rinci, detail dan sempurna, sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh, komplit dan berkualitas.

Dengan menguasai ilmu dunia secara benar, maka semua sumber daya alam yang tercakup didalamnya dapat dikelola secara produktif dan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia. Dan dengan menguasai ilmu agama, maka kehidupan ini akan aman, damai dan bahagia selama-lamanya. Karena semua ajaran agama itu mengatur sendi-sendi moral guna menjaga hubungan yang harmonis baik kepada sesama manusia, maupun makhluk lainnya. Inilah diantara upaya terbaik untuk menjadikan agama Islam ini maju dan jaya dalam segala bidang yang ada, sehingga Islam menjadi agama yang unggul di muka bumi.

Kalau ingin hidup bahagia
Dari dunia hingga ke surga
Tiada lain bekal utama
Ilmu yang manfaat di dalam dada

Tidak ada cara lain untuk memperoleh hidup bahagia dari dunia hingga ke surga, selain dengan bekal ilmu. Tentu bukan sembarang ilmu. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang sudah terpatri dengan kokoh di dalam dada dan membawa manfaat bagi sesama. Bahkan dengan ilmu yang dimiliki akan mengangkat derajat setinggi-tingginya bagi setiap manusia yang melandasi hidupnya dengan ilmu dan iman yang mapan. Hal ini secara tegas Allah nyatkan dalam Al Quran surat Al Mujadilah ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya : “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Hati-hati memilih guru
Jangan sampai anda keliru
Banyak sekali orang tertipu
Ajaran sesat masuk di qalbu

Guru adalah pembimbing, panutan dan acuan dalam mengelola hidup. Berhati-hatilah, jangan sampai kita keliru dalam memilih guru. Walaupun guru sudah banyak tersedia di dunia ini, tetapi tidak semua layak kita menjadikannya sebagai guru. Tidak semua guru mengajarkan kebaikan walaupun dibungkus atas nama agama, banyak sekali korban tertipu yang diakibatkan oleh ajaran guru yang tidak masuk dalam standar yang dibenarkan dalam agama. Akibatnya mereka tersesat dalam lembah kesyirikan, khurafat dan tahayyul, karena demikian dalamnya ilmu tersebut merasuk kedalam qalbu (hati).

Dalam Islam ilmu itu mencakup tiga hal pokok yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak. Ketiga hal ini mesti belajar dari para guru yang benar-benar paham Al Quran, Hadist, Ijma’ dan Qiyas, sehingga pemahamannya tidak melenceng dari rel pemahaman yang lurus. Dan yang paling penting adalah semua ilmu yang disampaikan sanadnya benar-benar bersambung kepada Rasulullah SAW, seperti guru besar kita Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Bekasi, 21 Sya’ban 1441 H/14 April 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA