Pengurus Ranting DMI Kecamatan Sikur Di Lantik.

banner post atas

Sinar5news.com – Lotim – Ketua Dewan Masjid Indonesia(DMI) Kecamatan Sikur,Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) melantik 140 orang pengurus Ranting DMI se Kecamatan Sikur,bertempat di Aula kantor Camat Sikur. Selasa (10/03/2020).

Ketua Dewan Masjid Indonesia(DMI) Kabupaten Lombok Timur,TGM.H.Yahya Ibrahim Saleh Al Madani dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pengurus DMI berbeda dengan Pengurus Masjid.

Iklan

“Kalau pengurus Masjid memang khusus mengurus Masjid,tetapi kalau pengurus Ranting DMI adalah pengurus yang mengakomodir semua masjid yang ada diwilayah Desanya. Dialah yang akan menjembatani hubungan antara masjid yang satu dan lainnya. Termasuk menjembatani hubungan masjid dengan pemerintah,ya mungkin soal program dan lain sebagainya,” Ungkap TGM.H.Yahya.

TGH.Yahya Ibrahim juga menambahkan bahwa fungsi Masjid disamping sebagai tempat ibadah juga harus dipungsikan sebagai media Sosial,Pendidikan dan Da’wah.

“Pesan dari Pak Yusuf Kalla fungsi masjid itu tidak sekedar tempat kita ibadah Sholat, tapi juga difungsikan sebagai tempat untuk kegiatan social,pendidikan dan da’wah,” Harapnya.

Pada umumnya memang fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga tempat anak-anak mengaji atau belajar Al Qur’an dan juga sebagai tempat kegiatan Majlis Taqlim dan tempat menyantuni anak yatim pada setiap tanggal 10 Muharram.

Ketua DMI Lombok Timur juga tidak lupa mengingatkan agar petugas Masjid melakukan pembersihan terhadap karpet dengan sering-sering dicuci karena karpet Masjid biasanya sering dihinggapi debu dan sulit dibersihkan kalau tidak dicuci.
“Karena saat ini orang ramai bicara virus Corona, maka mari kita jaga kebersihan Masjid kita, karpet Masjid sering-sering dicuci agar tidak ada debu yang nempel. Karena debu yang lembab bisa menimbilkan bakteri. Begitu juga dengan tempaat Wudhu dan WC Masjid juga agar dijaga kebersihannya,” Pungkasnya.(Bul)

BACA JUGA  KHUTBAH JUMAT EDISI 29 JANUARI 2021 MEMBANGUN SIKAP OPTIMIS DIMASA PANDEMI