Pengerajin Tembolak (Tudung Saji) Desa Peresak,Butuh Bantuan Pemerintah Dalam Pemasaran Hasil Produksinya.

banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Era milenial dan modernisasi saat ini, tanpa disadari sangat banyak menggeser bahkan menghilangkan keraifan local dan tradisi nenek moyang kita yang tergerus oleh zaman, salah satunya adalah Tudung Saji (Tembolak- Bahasa Sasak).
Salah seorang pengerajin tudung saji atau Tembolak yang mengaku tidak pernah bosan untuk membuat tembolak tersebut adalah Amaq Murni usia 55 tahun warga Peresak Desa Peresak , Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB)

Menurut Amaq Murni, usaha pembuatan tembolak adalah warisan dari nenek moyangnya, sehingga dalam situasi apapun keluarganya tetap membuat tembolak meskipun harga penjualannya sangat minim atau murah. Untuk ukuran kecil satu tembolak dijual dengan harga Rp.12.000 dan Ukuran Besar Rp.15.000,-.
“Usaha membuat tembolak ini adalah usaha turun temurun,orang tua saya diajar oleh nenek saya. Saya diajar oleh orang tua saya dan saya sekarang sudah mengajarkan anak saya untuk membuat tembolak ini, begitu seterusnya.

Iklan

Dan untuk satu tembolak butuh waktu 2 hari untuk dapat menyelesaikannya, dengan harga 12 ribu sampai 15 ribu,” Tutur Amaq Murni.
Ia juga menambahkan kalau secara hitungan usaha,keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha pembuatan tembolak itu adalah Rp.2.000 per biji jika dihitung dari harga pokok pembelian bahan baku pembuatan tembolak, dengan harga penjualan.
“Kalau secara hitungan usaha, keuntungan per satu tembolak ini hanya 2 ribu,itu dari selisih harga pembelian bahan dan hasil penjualan. Tapi belum kami hitung ongkos membuatnya, jadi kan sebenarnya tidak ada untung sama sekali,” Tuturnya dengan raut wajah sedih.

Namun saat ini Amaq Murni mengaku sedikit agak bersemangat membuat Tembolak karean pihak Kepala Desa Peresak, memberikan bantuan berupa pengadaan bahan baku pembuatan tembolak yaitu daun lontar yang didatangkan dari Pringgabaya dan Sumbawa.
Amaq Murni juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar kelompoknya yang cukup banyak sebagai pengerajin tembolak di Desa Peresak dapat diberikan bantuan permodalan dalam usaha kerajinan tembolak tersebut. Dan membantu dalam pemasaran hasil produksi mereka.

BACA JUGA  SMA NW: Karantina Calon Eksekutif OSIS

“Kami berharap Pemerintah memberikan sentuhan modal dan membantu kami dalam pemasaran hasil produksi kami ini, karena di Desa Peresak ini sangat banyak yang membuat tembolak ini. Dan untuk dimaklumi, kelebihan tembolak (Tudung saji) ini, jika makanan ditutup dengan tembolak ini, makanan tidak akan cepat basi, dan rasa makanan itu enak. Tapi kalau pakai tutup plastik makanan cepat basi,” Tutupnya, silahkan dibeli.(Bul)