Penamaan Kitab Nazham Batu Ngompal

Foto : Nazham Batu Ngompal Karya Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang disusun oleh H.Muslihan Habib
banner post atas

“TULISAN INI DI RANGKUM DARI BUKU MENGURAI ILMU TAJWID NAZHAM BATU NGOMPAL YANG DISUSUN OLEH TGH MUSLIHAN HABIB “

 

Kitab ilmu tajwid yang ditulis dan disusun oleh Maula Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini dinamakan dengan nama Nazham Batu Ngompal.

Penamaan kitab ini dengan nama Nazham Batu Ngompal merupakan penamaan yang metaforis. Nama ini merupakan nama kiasan yang memiliki makna tersendiri dan membutuhkan penjelasan secara rinci untuk mencapai makna yang dimaksudkan oleh penyusunnya.

Iklan

Secara etimologi, kata nazham berasal dari Bahasa Arab yang berarti sya’ir. Kata batu adalah Bahasa baku dalam Bahasa Indonesia untuk menyebut bebatuan.

Demikian juga dalam Bahasa sasak (Bahasa daerah masyarakat Lombok). adapun kata ngompal murni berasal dari Bahasa Sasak yang memiliki padanan kata dalam Bahasa Indonesia dengan kata terapung atau mengambang diatas air.

Jadi, batu ngompal kalau dibahasa Indonesiakan menjadi batu yang terapung atau mengambang diatas air. Namun demikian, makna yang dimaksud oleh kata tertsebut bukanlah makna seperti itu.

Jika mengacu pada penjelasan Maulana Syaikh,dalam menjelaskan ilmu tajwid, kalimat batu ngompal memberi makna kesuksesan tinggi dan penuh penghargaan yang didapatkan dalam upaya pencarian ilmmu pengetahuan. Karena, kesuksesan tingkat tinggi hanya bisa didapatkan dengan penuh kesungguhan dan lika-liku perjuangan.

Jadi,pemaknaan kata batu disini bukanlah sembarangan batu, ia adalah batu mutiara yang sangat mahal yang diambil dari dasar lautan dengan penuuh perjuangan. Lebih jauh, batu permata atau mutiara yang dimaksudkan adalah ilmu pengetahuan.

Sedangkan, kata ngompal yang dimaksudkan adalah prestasi gemilang yang berhasil diraih, yaitu keberhasilan dalam ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, maka rangkaian kata batu ngompal memiliki makna simbolis akan sebuah upaya yang gigih dalam menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai sesuatu yang sangat berharga yaitu ilmu pengetahuan.

BACA JUGA  Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 1

Bersambung …