Pemuda NW NTB Mengecam Tindakan Pengeroyokan Terhadap Petugas BKPH Marowa

banner post atas

Mataram- Pengeroyokan terhadap dua anggota Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah Madapangga Rompu Waworada (BKPH Marowa) oleh sejumlah oknum masyarakat diduga dari warga Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Jumat 4/9/20 siang mendapatkan respon dan kecaman dari berbagai pihak.

Ketua Umum Pemuda NW NTB Samsul Hadi di hubungi via ponsel menyampaikan kecamannya terhadap pelaku pengeroyokan tersebut. Ia mengecam keras atas tindakan yang dilakukan oleh oknum warga Desa Woro Kabupaten Bima tersebut. Ia menganggap tindakan tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum yang harus di tindak tegas oleh aparat kepolisian.

“Negara kita negara hukum, tidak dibenarkan siapapun menjadi hakim jalanan apalagi sampai tindakan pengeroyokan kepada petugas KPH yang memiliki tugas menjaga kehutanan kita”, ungkapnya.

Iklan

Hadi menilai bahwa tindakan ini jelas melanggar hukum dan aparat kepolisian harus cepat mengusut tuntas kasus ini hingga pelakunya tertangkap. Apalagi di ketahui korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat.

“Polisi harus bisa menguat kasus ini supaya terjadi keadilan dan menjadi efek jera terhadap siapapun pelakunya supaya tidak terulang kembali”, desaknya.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini bahwa tindakan pengeroyokan terjadi saat tim BKPH Marowa sedang ingin mengangkut kayu jati sebanyak empat kubik dari hasil ilegal loging hutan lindung di sekitar Desa Woro oleh warga sekitar.

Menurut keterangan salah seorang Korban dari anggota BKPH Fitrah Fadli yang berada di lokasi kejadian memaparkan bahwa saat akan mengangkut kayu, seorang tim memberitahu bahwa akan ada penghadangan oleh warga Woro. Pengangkutan kayu itu pun gagal. Tim akhirnya kembali ke markas dengan memakai sepeda motor.

“Di tengah perjalanan melewati desa Woro, saya dan tim dihadang oleh sejumlah warga. Dia tanya, mana kayu itu, langsung kami dipukul hingga Khaerudin terluka parah. Saya bisa selamat karena ada warga yang bantu karena saya bilang saya orang Ngali (salah satu desa di Kecamatan Belo),” jelasnya.

BACA JUGA  Dandim 1615/Lotim : Pencegahan Penyebaran Covid-19 Butuh Kesadaran Semua Pihak

Akibat kejadian tersebut, muka Khaerudin robek akibat pukulan benda tajam bertubi-tubi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pasca kejadian itu, pihaknya langsung melaporkannya kepada Polsek Madapangga. Namun Fadli mengungkapkan bahwa belum ada satupun pelaku yang ditangkap. “Jangankan pelakunya ditangkap, saksi saja belum dipanggil,” ungkapnya.

Dia menerangkan, sebelum mengambil kayu hasil ilegal loging tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Kepala Desa Woro. “Saya minta pelaku segera ditangkap,” desaknya.